Amerika Serikat-Korea Selatan Sepakat Tunda Latihan Militer Bersama

    Jumat, 5 Januari 2018 - 11:49 Editor : Redaksi Dibaca : 279 Views

    Menit.co.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in sepakat untuk menangguhkan latihan militer bersama selama Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang, 9-25 Februari mendatang.

    Pengumuman itu menyusul terobosan diplomatis dengan terbukanya saluran komunikasi antara Korea Utara dan Korea Selatan, Kamis (4/1.

    “Dalam pembicaraan telepon pada Kamis, Trump dan Moon sepakat untuk tidak menggelar latihan perang bersama selama Olimpade Peyongchang, Korea Selatan,” kata Istana Kepresidenan Korea Selatan, Cheong Wa Dae, alias Istana Biru, Seoul dalam pernyataannya, seperti dilansir CNN, Jumat (5/1).

    Latihan perang bersama AS-Korsel di Semenanjung Korea sudah lama menjadi sumber kemarahan Korea Utara. Kim Jong-un selalu menyebut latihan tersebut sebagai ancaman langsung terhadap Pyongyang.

    Pada Rabu (3/1), Kim memerintahkan agar saluran komunikasi langsung dengan Korea Utara yang terhenti selama hampir dua tahun terakhir kembali di buka. Keputusan itu memutarbalikkan situasi ketegangan setelah adu retorika perang antara Trump dan Kim Jong-un.

    Bahkan di awal tahun, Trump memamerkan soal kemampuan nuklir Amerika Serikat yang lebih besar setelah Kim Jong-un mengancam dapat menghantam negeri dengan kekuatan nuklirnya.

    Namun dalam pidato yang sama, Kim menyampaikan harapan untuk dapat berpartisipasi dalam Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang. Dan karena itulah, Pyongyang dan Seoul berkomunikasi di hotline di Panmunjom, desa di perbatasan kedua negara pada Rabu (3/1) dan Kamis (4/1).

    “Amerika mendukung Presiden Moon seratus persen,” kata Trump kepada Moon dalam 30 menit percakapan telepon mereka, menurut pernyataan Istana Cheong Wa Dae.

    Trump juga menyampaikan kepada Moon bahwa dia akan mengirim utusan tingkat tinggi ke Olimpiade Musim Dingin, termasuk keluarganya sendiri.

    Dalam pembicaraan telepon tersebut, Moon dan Trump juga bicara soal denuklirisasi Semenanjung Korea. Moon menyatakan dibukanya kembali komunikasi antara kedua Korea “membantu menciptakan suasana dialog antara AS dan Korut untuk menyelesaikan isu nuklir.”

    Namun berubahnya sikap Kim Jong-un terhadap Korea Selatan ditanggapi skeptis oleh para pejabat intelijen militer Amerika Serikat. Kepada CNN, beberapa pejabat menyatakan bahwa AS ingin melihat konsistensi sikap Korut sebelum menyimpulkan bahwa Kim Jong-un benar-benar ingin berdamai dengan Korea Selatan.

    Para pejabat militer juga belum dapat menyimpulkan apakah perubahan sikap Kim Jong-un berkat sanksi yang dijatuhkan terhadap Korea Utara, termasuk kepada orang-orang terdekat Kim.

    (cnn/cnn)



    Komentar Pembaca: