Inggris, Prancis, dan Jerman Dukung Kesepakatan Nuklir Iran

    Senin, 30 April 2018 - 12:23 Editor : Redaksi Dibaca : 427 Views

    Menit.co.id – Kantor Perdana Menteri Teresa May pada hari Minggu (29/4/2018) mengatakan Inggris, Prancis, dan Jerman telah sepakat bahwa kesepakatan nuklir yang akan dihapuskan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tetaplah jalan terbaik untuk menghentikan upaya Iran mengembangkan senjata tersebut.

    May melakukan panggilan telepon dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Angela Merkel, di mana mereka setuju kesepakatan itu mungkin perlu diperluas agar mencakup bidang-bidang lainnya seperti rudal balistik, juga memikirkan apa yang terjadi ketika kesepakatan itu berakhir, dan apa yang mereka anggap sebagai aktivitas regional Iran yang tidak stabil.

    “Mereka berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan erat, dan dengan AS, tentang bagaimana mengatasi berbagai tantangan yang Iran berikan – termasuk masalah-masalah yang mungkin akan tercakup dalam kesepakatan baru,” kata pernyataan itu, Reuters melaporkan.

    Hal ini dilakukan sampai Trump memutuskan apakah akan menerapkan kembali sanksi ekonomi AS terhadap Teheran, yang memiliki batas waktu hingga bulan depan. Tindakan tersebut dapat menghancurkan perjanjian 2015 yang mencabut beberapa sanksi sebagai imbalan atas pembatasan program nuklir Iran.

    Saat melakukan tur di Timur Tengah pada hari Minggu, Menteri Luar Negara AS Mike Pompeo mengatakan Washington akan mengabaikan kesepakatan nuklir itu kecuali pembicaraan dengan mitra Eropa menghasilkan perbaikan.

    “Kami pasti membuat beberapa (kemajuan dengan pihak Eropa). Masih ada pekerjaan yang harus dilakukan. Mereka berkata: ‘Bagus, kami akan mendukung Anda jika Anda dapat memperbaikinya’,” katanya.

    Kantor Macron mengatakan sang Presiden telah berbicara dengan Presiden Iran Hassan Rouhani dan setuju untuk bekerja sama dengannya dalam beberapa minggu mendatang untuk mempertahankan kesepakatan nuklir yang berlaku, dilansir dari Reuters.

    Dalam percakapan yang berlangsung lebih dari satu jam tersebut Presiden Prancis itu juga menyerukan diadakannya diskusi tentang program rudal balistik Iran, kegiatan nuklirnya di luar 2025, dan peran negara itu dalam krisis Timur Tengah.

    Sumber: Reuters



    Komentar Pembaca: