Malaysia Tak Takut Ancaman Amerika Serikat Soal Dukung Palestina

    Jumat, 22 Desember 2017 - 17:39 Editor : Redaksi Dibaca : 276 Views

    Menit.co.id – Pemerintah Malaysia merespons ancaman Amerika Serikat (AS) terkait ancaman pemotongan bantuan bagi negara-negara yang menentang mereka mengakui Yerusalem ibu kota Israel dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

    Deputi Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi menyatakan ancaman tersebut tidak membuat negaranya takut. Dia pun menegaskan, tak pantas AS bertindak seperti itu.

    “Opini saya, AS tak seharusnya mengeluarkan ancaman seperti itu dan dan ini juga opini dari masyarakat internasional,” ucap Zahid seperti dikutip dari Bernama, Jumat (22/12).

    “Malaysia bukan penerima bantuan ekonomi besar dari AS kami cuma menerima bantuan teknis pada sektor keamanan dan pertahanan,” sambung dia.

    Malaysia dalam sidang Majelis Umum memilih mendukung resolusi PBB menentang Trump. Menurutnya, rekomendasi PBB itu sudah seharusnya dilaksanakan AS.

    “Jelas, segala pelanggaran resolusi adalah bentuk pencederaan terhadap badan dunia tersebut (PBB) dan bentuk pengabaian pandangan komunitas internasional,” kata Zahid.

    Sebelum voting digelar, AS dan Israel gencar melakukan lobi-lobi politik. Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley mengirim surat kepada lebih dari 180 negara, mengancam akan mencatat nama-nama mereka yang mendukung resolusi tersebut.

    Presiden AS Donald Trump bahkan punya rencana lebih gila lagi. Ia akan mencabut bantuan dana bagi negara-negara itu, yang menentang AS. “Biarkan mereka menentang kami. Kami akan berhemat banyak. Kami tidak peduli.”

    Pada akhirnya, sebagian besar negara penerima bantuan dari AS justru mendukung resolusi. Sebut saja Afghanistan, Mesir, Yordania, Pakistan, Nigeria, Ethiopia, Tanzania, dan Afrika Selatan, adalah sedikit dari sekutu AS yang menentang keputusan Trump soal Yerusalem.

    Sumber: Kumparan



    Komentar Pembaca: