Asosiasi Pengusaha Hiburan Kritik Anies Baswedan Soal Izin Hotel Alexis Distop

    Rabu, 1 November 2017 - 17:46 Editor : Redaksi Dibaca : 422 Views

    Menit.co.id – Ketua Asosiasi Pengusaha Hiburan Jakarta (Aspija) Erick Halauwet menyesalkan penyetopan izin usaha Hotel Alexis dan Griya Pijat Alexis oleh Pemprov DKI Jakarta. Menurutnya, mestinya pihak Alexis lebih dahulu diberikan peringatan.

    “Kami sesalkan tindakan gubernur, terlalu arogan. Seharusnya kan diberi peringatan dulu. Ya ibaratnya, kita ini dibina dulu. Jangan dibinasakan,” kata Erick ketika dihubungi, Rabu (1/11/2017).

    Dia mengatakan, Erick bersama 80 anggota Aspija telah menyepakati dua hal dalam menjalankan usaha hiburan. Kedua hal tersebut ialah antinarkoba dan antiprostitusi dalam menjalankan usaha.

    Menurut Erick, Pemprov DKI juga perlu membuktikan adanya pelanggaran yang dilakukan Hotel Alexis dan Griya Pijat Alexis. Selain itu, Pemprov DKI semestinya memberikan teguran sebelum menindak tempat-tempat usaha.

    “Kita khawatir jika izin kita tak diperpanjang dengan alasan laporan dari masyarakat, itu kan tidak elok. Harusnya kan tinjau dulu. Kan biasanya ada investigasi, dilihat dulu, ada nggak pelanggaran. Saya sesalkan tindakan itu. Kalau hanya dari dengar kata orang,” tuturnya.

    “Mestinya kan diberi peringatan dulu, kalau melanggar lagi lalu disegel. SOP-nya kan SP1, SP2, SP3. Bukan langsung disegel. Tidak mungkin kita investasi untuk melanggar hal-hal yang sudah dilarang,” sambung dia.

    Sebelumnya diberitakan, izin daftar ulang Hotel Alexis dan Griya Pijat Alexis ditolak oleh Pemprov DKI. Penolakan ini karena di dalam hotel Alexis dianggap terjadi praktik asusila.

    Penolakan terhadap permohonan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) Alexis ini tertuang dalam surat bernomor 68661-1.858.8. Surat bertanggal 27 Oktober 2017 serta diteken oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Provinsi DKI Jakarta Edy Junaedi.

    Pihak Alexis sendiri mengklaim tak pernah ditemukan pelanggaran narkoba atau asusila di hotel atau griya pijat mereka. Menurut mereka, urusan perizinan telah dilakukan sesuai dengan peraturan.

    “Perlu diketahui bahwasanya sampai dengan saat ini di hotel dan griya pijat kami tidak pernah ditemukan pelanggaran, baik berupa peredaran narkoba maupun kasus asusila,” kata Lina Novita dan Mochamad Fadjri, selaku Legal and Corporate Affair Alexis Group, dalam keterangannya, Selasa (31/10).

    Gubernur DKI Anies Baswedan menegaskan punya bukti kuat sebagai dasar penutupan Alexis. Dia berkomitmen akan mengambil langkah tegas terhadap praktik-praktik hiburan malam yang menyalahi aturan. Apalagi jika menyangkut prostitusi.

    “Siapa pun, di mana pun, siapa pun pemiliknya, berapa lama pun usahanya, bila melakukan ini praktik-praktik amoral, apalagi menyangkut prostitusi, tidak akan kita biarkan,” tegas Anies, Senin (30/10) lalu.

    (dtc/dtc)



    Komentar Pembaca: