Beberapa Bank Asing Lirik Penyaluran Kredit Sektor Infrastruktur Nasional

    Senin, 18 September 2017 - 17:44 Editor : Redaksi Dibaca : 170 Views

    Menit.co.id – Bank-bank asing di Tanah Air melirik penyaluran kredit sektor infrastruktur. Komitmen pemerataan pembangunan infrastruktur yang terus digaungkan oleh Presiden Joko Widodo menjadi salah satu pemicu.

    Direktur Utama PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBC Indonesia) Kazuhiza Miyagawa mengungkapkan, potensi pembiayaan ke sektor infrastruktur masih sangat besar. Terlebih, potensi itu juga didukung oleh komitmen pemerintah.

    Melihat potensi tersebut, lanjut dia, perusahan bersedia menjadi sole mandated lead arranger dan bookrunner dalam fasilitas kredit sindikasi PT Waskita Karya Tbk sebesar Rp5 triliun tahun ini. Dalam kredit sindikasi tersebut, perusahaan mengambil porsi Rp1,2 triliun.

    “Tahun ini, pembiayaan ke sektor infrastruktur hampir dua kali lipat,” ujarnya usai menghadiri penandatangan perjanjian fasilitas kredit sindikasi dengan PT Waskita Karya Tbk, Senin (18/9).

    Ke depan, Miyagawa menilai, tren pembiayaan infrastruktur akan terus meningkat. “Kami akan terus melakukan ekspansi (pembiayaan) ke sektor infrastruktur seperti yang diharapkan oleh pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan,” imbuh dia.

    Dennis Pratama Setiawan, Pimpinan Divisi Korporasi PT China Construction Bank Indonesia mengatakan, besarnya kebutuhan pendanaan proyek infrastruktur membutuhkan dukungan perbankan.

    Saat ini, sebagian besar penyaluran kredit perusahaan sudah ke sektor infastruktur, antara lain ke sektor pembangkit listrik.

    Sebagai anak usaha bank yang berkantor pusat di China, sebagian besar klien debitur perusahaan juga berasal dari China. Artinya, perusahaan banyak membantu investor asing yang ingin berbisnis di Indonesia terutama di sektor infrastruktur.

    “Klien kami, sekitar 60 hingga 70 persennya berasal dari China,” jelasnya.

    Wakil Direktur Utama PT Bank SBI Indonesia Naresh Kumar Sharma juga melihat potensi peningkatan pembiayaan ke sektor infrastruktur.

    Namun, mengingat keterbatasan modal, salah satu strategi yang digunakan bank yang masuk kategori usaha 2 ini adalah dengan berpartisipasi melalui fasilitas kredit sindikasi.

    “Pemerintah sedang fokus ke infrastruktur dan kami punya anak perusahaan di sini. Jadi, kami merasa harus ikut berpartisipasi dalam pembangunan negara ini (Indonesia),” tutur Sharma.

    Kepala Bagian Perbankan Korporasi Badan Usaha Milik Negara PT Bank Permata Tbk Dedy Sahat menerangkan, saat ini, tren pembiayaan ke sektor infrastruktur memang terus meningkat.

    Namun, bank yang sebagian sahamnya dimiliki oleh Standard Chartered Bank ini tak mematok target penyaluran kredit ke sektor infrastruktur tertentu.

    “Kami tidak menetapkan target tertentu tetapi kredit ke sektor infrastruktur memang ada kecenderungan naik,” pungkasnya.

    (cnn/cnn)



    Komentar Pembaca: