BRI Nonaktifkan Kartu ATM Nasabah Terindikasi Skimming

    Sabtu, 24 Maret 2018 - 20:18 Editor : Redaksi Dibaca : 256 Views

    Menit.co.id PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) mengimbau nasabahnya untuk segera mengganti kartu ATM dengan datang langsung ke kantor cabang terdekat. Nasabah yang wajib mengganti kartunya yang telah mendapatkan pemberitahuan dari BRI via SMS.

    “Yth Nasabah BRI, demi keamanan transaksi, kartu ATM Anda akan dinonaktifkan. Segera ganti kartu Anda di Kantor Cabang BRI terdekat (Gratis), Info Contact BRI 14017,” demikian bunya pesan singkat atau SMS BRI kepada beberapa nasabahnya.

    Sekretaris Perusahaan BRI, Bambang Tri Baroto membenarkan hal tersebut. Menurutnya, hanya nasabah yang mendapatkan pengumuman saja yang wajib mengganti kartunya. Hal ini dilakukan terkait dugaan skimming.

    “Benar (SMS tersebut). Untuk kartu-kartu yang diduga terindikasi skimming,” kata Bambang kepada CNBC Indonesia, Sabtu (24/3/2018).

    BRI juga telah menerapkan teknologi baru untuk mencegah kejahatan skimming kepada nasabah. Teknologi yang akan diterapkan di mesin-mesin ATM dan sistem back office perusahaan diklaim mampu mengantisipasi transaksi anomali atau diluar kewajaran.

    Direktur Utama Bank BRI Suprajarto mengatakan, selain memperbaikan sistem, BRI juga akan memberlakukan sistem patroli di mesin-mesin ATM. Meski merupakan langkah tradisional, upaya seperti itu dianggap efektif dan perlu.

    “Patroli itu satu langkah tradisional tapi itu masih perlu, tapi selain patroli kita juga punya sesuatu yang tidak oerlu disebut karena kalau kita sebut nanti penjahatnya tahu tapi cukup efektif untuk memprotect,” kata Suprajarto di Gedung BRI, Jakarta, Kamis (22/3/2018).

    Suprajarto menjelaskan BRI sudah mengganti dana nasabah yang menjadi korban skimming, dimana nilainya mencapai lebih dari Rp 150 juta yang dialami 30 nasabah. Penggantian dana paling besar masih berada di wilayah Kediri, sementara untuk wilayah lainnya jumlahnya masih sedikit dan bisa dideteksi langsung oleh teknologi milik perusahaan.

    (cnbc/net)



    Komentar Pembaca: