CSR Pertamina Gairahkan Warga Dumai Sulap Uang dari Lahan Tidur

    Minggu, 2 September 2018 - 10:35 Editor : Redaksi Dibaca : 135 Views

    DALAM mencukupi kebutuhan pangan yang terus meningkat, tantangan yang dihadapi pada masa yang akan datang tidak hanya terbatas pada upaya peningkatan produksi tetapi juga harus mempertimbangkan keberlanjutan yang berkaitan dengan kelestarian lingkungan.

    Tantangan ini bisa dijawab dengan memanfaatkan lahan yang belum dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian produktif. Kondisi lahan ini biasanya terbuka atau telah ditutupi tumbuh-tumbuhan yang tidak produktif seperti alang-alang dan semak belukar.

    Untuk mendongkrak laju peningkatan produksi pangan, khususnya untuk semua komoditas strategis, harus diupayakannya pemanfaatan lahan tidur. Lahan tidur merupakan lahan pertanian yang sudah tidak digunakan selama lebih dari dua tahun.

    Berangkat dari kondisi ini, terobosan baru telah berhasil diraih dari kolaborasi antara Pertamina dan Rakyat yang tergabung di Kelompok Tani Bukit Mekar, Kelurahan Bukit Datuk. Kolaborasi itu telah sukses menggarap lahan tidur dan menghasilkan panen yang melimpah.

    Pengelolaan lahan tidur sebagian besar dimanfaatkan untuk pertanian hortikultura atau tanaman jangka pendek oleh petani. Terbukti hasil panennya mencapai total 1,7 ton cabai merah, 600 kg jagung dan 1.800 lele dan sekaligus upaya menjaga aset perusahaan agar tidak diklaim pihak lain.

    Ketua Kelompok Tani Bukit Mekar, Nasib saat berbincang-bincang dengan media ini mengaku sangat berbesar hati atas kepedulian Pertamina RU II Dumai dengan mengizinkan penggunaan lahan tidur tersebut untuk bercocok tanam pertanian.

    “Tentunya petani berharap hasil panen bisa meningkat serta berdampak pada perbaikan ekonomi keluarga,” kata Nasib yang sudah bertahun-tahun berjibaku mengolah lahan tidur milik perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi ladang uang.

    Diakui dia, sejauh ini Pertamina RU II Dumai terus menerus memberikan dukungan terhadap kegiatan pertanian warga setempat dengan pembinaan dan bantuan bibit serta peralatan, sehingga hasil panen cukup memuaskan dengan bertahap menerapkan pola pertanian modern.

    “Kami sangat terbantu dengan dukungan Pertamina karena selain bisa mengelola lahan perusahaan, kita diberi juga pembinaan dan bantuan bibit atau alat pertanian, sehingga kegiatan bercocok tanam hortikultura dapat terus dilakukan,” kata Nasib, Sabtu (1/9/2018).

    Pria berkulit hitam manis itu juga menjelaskan potensi pertanian yang sangat diminati petani di lahan itu, berupa cabai merah dan jagung manis, karena selain masa tanam singkat hanya empat bulan dan murah dalam perawatan, juga mudah dalam pemasaran.

    Setiap kali panen cabai merah, diakuinya, petani Bukit Mekar tidak pernah merasa kesulitan untuk memasarkan hasil panennya, karena bisa langsung mengecer ke pedagang pasar tradisional di Dumai dengan harga bersaing dan sesuai pasaran.

    “Untuk pemasaran kita tidak khawatir karena bisa langsung diecer ke pedagang, dan produksi cabai merah kita tidak kalah saing dibanding daerah lain, sehingga setiap kali panen petani mendapat untung dan bisa mencukupi kebutuhan ekonominya,” jelasnya.

    Tak hanya itu saja, Nasib yang menjadi kepala suku Poktan Bukit Mekar menilai sumbangsih Pertamina dalam mendukung pertanian masyarakat tanpa pamrih, karena dalam pengelolaan lahan tidur ini petani tidak dipungut biaya sepeserpun.

    “Malah kami diberikan bantuan bibit, alat pertanian hingga penyuluhan dan pendampingan tenaga profesional. Pokoknya Pertamina selalu mendukung kegiatan kami bercocok tanam dan diharapkan bisa semakin maju,” jelasnya.

    Nasib menjelaskan, pemanfaatan lahan tidur menjadi lahan subur Pertamina lebih kurang 20 tahun. Berkat ketekunan memproduksi pertanian, dia bersama masyarakat setempat telah berhasil memperbaiki kondisi ekonomi yang selama ini dalam kondisi sulit.

    Nasib bersama petani lainnya mengaku siap meninggalkan lahan milik Pertamina, jika suatu saat lahan diambil alih untuk kepentingan perusahaan. Karena, kata dia, tidak terhitung kebaikan Pertamina dan berkat pertanian ini kondisi ekonomi masyarakat disini cukup terbantu.

    Konsistensi PT Pertamina RU II Dumai dalam melaksanakan program CSRnya kepada masyarakat tidak saja diakui petani. Pihak Pemerintah Kota (Pemko) Dumai pun merasakan banyaknya manfaatnya.

    Dasuki, selaku Lurah Bukti Datuk mengatakan dengan terwu judnya kerjasama PT Pertamina dengan kelompok tani ini telah berdampak pada pendapatan warga di Kelurahan Bukit Datuk, khususn ya bagi para petani yang semakin meningkat.

    Dasuki menilai Poktan Bukit Mekar salah satu contoh masyarakat kreatif yang tekun bertani dengan memanfaatkan lahan tidur menjadi areal produktif pertanian pola semi modern hingga berujung menjadi pundin-pundi uang untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.

    “Selain sukses panen lele, cabai merah dan jagung manis ini berkat kerja keras kelompok tani Bukit Mekar memanfaatkan lahan tidur Pertamina jadi areal pertanian yang produktif,” kata Dasuki, saat berbincang-bincang dengan media ini diruang kerjanya, Jumat (31/8).

    Pemerintah Kelurahan mengapresiasi atas kepeduliaan Pertamina mendukung ekonomi kerakyatan karena mengizinkan masyarakat memanfaatkan lahan aset perusahaan sebagai areal pertanian.

    “Panen ikan lele, cabai merah dan jagung ini, lanjutnya, tentu akan meningkatkan perekonomian petani dan diharap jadi percontohan pertanian semi modern bagi kelompok tani lain,” katanya.

    Pihak Pertamina Dumai mengapresiasi pencapaian dari Kelompok Tani Bukit Mekar. Sebagai satu Mitra Binaan yang sukses memanfaatkan lahan tidur untuk kegiatan pertanian produktif dan menghasilan pundi-pundi keuntungan.

    “Kita berharap keberadaan Kelompok Tani Bukit Mekar bisa membantu peningkatan perekonomian masyarakat yang berada di sekitar lokasi lahan milik perusahaan,” ujar Manager Communication dan CSR Pertamina RU II Taufikurrachman di Dumai.

    Dijelaskannya, pemanfaatan lahan seluas dua hektare oleh warga setempat ini bentuk dukungan dan tanggung jawab sosial perusahaan pada masyarakat melalui program CSR Pertamina di bidang ekonomi kerakyatan.

    “Nasib bersama kelompok tani yang dikelolanya berhasil memberdayakan masyarakat. Apalagi kini masyarakat juga terbantu dengan adanya akses permodalan di Koperasi Simpan Pinjam, yang digagas Kelompok Tani Bukit Mekar,” jelasnya.

    Ditambahkannya, Pertamina berkomitmen dalam menyalurkan dana CSR. Apalagi sudah ada amanat dari Undang-Undang No.40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, serta Peraturan Pemerintah No.47 tahun 2012 tentang tanggung jawab sosial dan lingkungan perseroan terbatas.

    Oleh sebab itu, pada tahun 2017 silam realisasi dana CSR di Pertamina RU II Dumai mencapai Rp 1,2 miliar. Dana CSR ini disalurkan untuk sejumlah bidang. Mulai dari pemberdayaan ekonomi, kesehatan, pemberdayaan sumber daya manusia, peningkatan infrastruktur hingga bantuan sosial.

    Selain itu, Pertamina Dumai menjalankan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan. Hal ini sesuai Peraturan Menteri BUMN No.8 tahun 2013 tentang perubahan keempat atas Peraturan Menteri BUMN No.5 tahun 2007 tentang Program Kemitraan BUMN dengan usaha kecil dan program bina lingkungan.

    Dijelaskan Taufik, program kemitraan disalurkan guna mendukung peningkatan pemodalan usaha. Nantinya bantuan yang disalurkan berupa pinjaman bergulir. Program ini dikhususkan bagi mereka yang sudah memiliki sebuah unit usaha, sehingga bantuan akses permodalan ini disalurkan secara selektif.

    Lebih lanjut, kata Taufik, Pertamina juga memliki program CSR lainnya. Salah satunya tentang Progam CSR Kesehatan, khususnya terhadap masyarakat ring I yakni Kelurahan Tanjung Palas dan Kelurahan Jaya Mukti, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai.

    Penyaluran dana CSR sendiri, katanya diprioritaskan di empat kelurahan terdekat operasional kilang dan perumahan, yaitu Kelurahan Tanjung Palas, Jayamukti di Kecamatan Dumai Timur, serta Kelurahan Bukit Datuk dan Bukit Timah di Kecamatan Dumai Selatan.

    Program CSR ini difokuskan dalam beberapa bidang, antara lain mendukung dunia pendidikan, lingkungan, pemberdayaan ekonomi dan meningkatkan kondisi infrastruktur di sekitar warga.

    Sejumlah kegiatan CSR yang pernah disalurkan diantaranya, di bidang pendidikan adalah renovasi taman pengajian Al Quran Al Qiam di Kelurahan Tanjung Palas, bidang lingkungan dengan penanaman pohon endemik di Bukit Datuk.

    Kemudian, bidang pemberdayaan ekonomi seperti budidaya jamur tiram putih di Kelurahan Tanjung Palas, usaha konveksi di Kelurahan Jaya Mukti dan pengembangan kawasan pertanian perikanan terintegrasi di Kelurahan Bukit Datuk.

    Diharapkan melalui program CSR ini masyarakat bisa merasakan manfaat baik kehadiran perusahaan, mampu meningkatkan silaturahmi dan mandiri dalam meningkatkan taraf ekonomi.

    “Kami berharap program pembinaan kelompok tani yang dijalankan Pertamina dapat membantu pemerintah dalam hal ketahanan pangan, dan juga mendorong para petani agar semakin maju dalam hal hasil panendan berujung pada peningkatan perekonomiannya,” ungkapnya

    Pertamina, sambung Tafiqurachman lagi, akan terus melakukan pembinaan kepada kelompok tani Bukit Mekar hingga nantinya kelom pok bisaa terus berkembang dan mandiri.

    “Beberapa waktu yang lalu kami baru saja merintis kelompok tani Bukit Mekar untuk menjalankan pertanian dan perikanan terintegra si atau sistem mina tani dengan bantuan budidaya ikan lele. Hal tersebut sebagai upaya kelompok dapat terus berkembang usahanya,” pungkasnya.

    Keberadaan Pertamina RU II di Dumai, tidak hanya memberikan dampak bagi warga sekitar, tapi bahkan secara aktif membantu langsung petani dalam menggapai angan mereka hidup tenang serta memiliki penghasilan cukup untuk menunjang biaya pendidikan dan kebutuhan hidup.

    Tak diragukan dan tak perlu ada rasa cemas lagi, sebab Pertamina telah menjalankan perannya dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab kepada masyarakat maupun negara dengan menjadi tulang punggung dalam membantu menyelesaikan permasalahan ekonomi, lingkungan, kesehatan dan mutu pendidikan di Indonesia.

    Oleh sebab itu, dengan hadirnya program-program pertamina di seluruh Indonesia sebagai energi untuk berbagi, untuk melayani untuk mengedukasi, dan menggerakkan masyarakat Indonesia melakukan perubahan menjadikan energi baru terbarukan dalam kehidupan yang berkelanjutan.

     

    Sumber : Riau Terkini



    Komentar Pembaca: