Dua Perusahaan BUMN Bidang Galangan Kapal Masih Merugi

    Jumat, 29 September 2017 - 15:41 Editor : Redaksi Dibaca : 409 Views

    Menit.co.id Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Fajar Harry Sampurno mengatakan, sinergi antara PT Pertamina dengan BUMN perkapalan dan industri berat sangat penting untuk meningkatkan nilai tambah dari masing-masing perusahaan.

    Hal ini juga termasuk bagi BUMN yang masih merugi. Dia menyebut, ada 2 BUMN perkapalan yang masih mengalami kerugian, di antaranya PT Dok dan Perkapalan Surabaya dan PT. Dok & Perkapalan Kodja Bahari (DKB).

    “Memang betul ada dua BUMN yang masih merugi di bidang galangan kapal, yakni PT Dok dan Perkapalan Surabaya dan PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari (DKB),” kata Fajar di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (29/9).

    Meski demikian, Fajar mengaku belum mengetahui berapa angka dari kerugian tersebut. “Masih merugi tapi angkanya terus mengecil,” imbuhnya.

    Dengan demikian, sinergi antara BUMN perkapalan sangat penting dilakukan. Mengingat, sinergi memiliki 4 tingkatan, yakni sinergi transaksional, sinergi kolaborasi, sinergi strategic alliance, dan sinergi konsolidasi.

    “Sinerginya bukan hanya galangan kapal, macam macam. Ada yang perkebunan lain-lain. Kebetulan Pertamina juga butuh pemeliharaan,” pungkas Fajar.

    Seperti diketahui, PT Pertamina menandatangani kerja sama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kluster Industri Berat dan Perkapalan.

    BUMN perkapalan yang bekerja sama dengan Pertamina adalah PT PAL Indonesia, DKB, PT Dok dan Perkapalan Surabaya, PT Industri Kapal Indonesia, Barata Indonesia, dan PT Boma Bisma Indra.

    (mdk/mdk)



    Komentar Pembaca: