Kadin Minta Keberpihakan Pemerintah Selamatkan Nyonya Meneer

    Senin, 14 Agustus 2017 - 16:34 Editor : Redaksi Dibaca : 179 Views

    Menit.co.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai produsen jamu lawas PT Nyonya Meneer masih dapat diselamatkan, meski telah dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Semarang. Asalkan, manajemen perusahaan memiliki komitmen untuk menjaga kinerja keuangannya agar positif.

    Sebab, Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani mengatakan, perusahaan keluarga tersebut menaungi banyak tenaga kerja di dalamnya dan merupakan usaha yang berdiri lama, yaitu sejak 1919 silam.

    “Mesti ada keberpihakan dari pemerintah terkait usaha jamu ini. Ini usaha yang sudah lama dan penyerapan tenaga kerjanya sangat banyak. Kami sih inginnya bisa direstrukturisasi dan dikembangkan,” ujarnya, Senin (14/8).

    Tak hanya menyerap tenaga kerja yang cukup banyak, usaha jamu Nyonya Meneer juga dianggap sebagai usaha berbasiskan kearifan lokal Indonesia. Ia menyayangkan jika usaha ini redup hanya gara-gara dinyatakan pailit.

    Menurutnya, masih sangat mungkin menyelamatkan Nyonya Meneer di tengah peliknya permasalahan usaha tersebut. Dengan catatan, perusahaan juga berkomitmen untuk menjaga kinerja keuangan positif dengan melakukan efisiensi dan memperkecil skala produksinya sebelum melangkah ke produksi dengan kapasitas yang lebih besar.

    “Masih sangat bisa (diselamatkan). Asal, dasar perusahaan dipenuhi saja, yakni tidak boleh rugi. Maka dari itu, penyelamatan itu tidak hanya dengan mengeluarkan diri dari kondisi pailit, namun juga langkah kedepannya,” terang dia.

    Rosan mengaku antusias bahwa mantan menteri perdagangan Rachmat Gobel berniat untuk menyelamatkan usaha tersebut. “Saya lihat masih bisa diselamatkan, kan ada Rachmat Gobel tuh,” imbuhnya.

    Seperti diketahui, Nyonya Meneer dinyatakan dalam keadaan pailit setelah Pengadilan Niaga Semarang mengabulkan gugatan kreditur konkuren asal Turisari Kelurahan Palur Kabupaten Sukoharjo Provinsi Jawa Tengah, Hendrianto Bambang, untuk membatalkan perjanjian perdamaian yang telah dilakukan kedua pihak.

    Adapun, perjanjian perdamaian sebelumnya diinisiasi dua tahun lalu, sebagai tindak lanjut proses penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) sebesar Rp7,04 miliar yang menjadi beban produsen jamu legendaris itu.

    Pada Juni 2015, Nyonya Meneer dikabarkan akan membayar utang tersebut melalui cicilan dalam jangka waktu lima tahun. Namun, sampai tahun ini, produsen jamu tersebut tak kunjung membayar utangnya. Alhasil, Nyonya Meneer digugat dan akhirnya dikabulkan pembatalan perjanjian perdamaian tersebut.

    Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (KSPN) Jawa Tengah Nanang Setyono menyatakan, putusan pailit Nyonya Meneer akan berimplikasi langsung dengan nasib ribuan buruhnya.

    Selain kehilangan pekerjaan, perjuangan para buruh selama setahun ini dalam meminta haknya harus kandas. Pasalnya, dengan putusan pailit dari Pengadilan, perusahaan akan langsung lepas tanggungjawab dalam memberikan hak kepada buruhnya.

    “Putusan pailit ini akan berimplikasi langsung dengan buruh. Perjuangan ribuan buruh untuk mendapatkan hak pesangon bahkan tunjangan hari raya (THR) juga akan kandas. Perusahaan dengan gampangnya akan lepas tanggungjawab. Padahal, para buruh juga kehilangan pekerjaan, bagaimana keluarganya anak istrinya,” ungkap dia.

    (cnn/cnn)



    Komentar Pembaca: