Kementerian ESDM Targetkan Tambahan Devisa US$ 1,5 Miliar dari Ekspor Batu Bara

    Kamis, 16 Agustus 2018 - 12:10 Editor : Redaksi Dibaca : 69 Views

    Menit.co.id Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berupaya menambah devisa negara dengan meningkatkan kuota produksi batu bara sebesar 100 juta ton hingga akhir tahun ini. Penambahan kuota tersebut sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan devisa.

    Target produksi batu bara 2018 sebelumnya ditetapkan mencapai 485 juta ton. Dari jumlah tersebut sebanyak 114 juta ton diperuntukkan bagi kebutuhan dalam negeri (domestic market obligation/DMO).

    Sedangkan 371 juta ton sisanya diperuntukan bagi ekspor. Dengan penambahan ini maka target produksi batu bara tahun ini mencapai 585 juta ton. Namun dengan catatan penambahan kuota 100 juta ton tersebut hanya diperuntukan bagi kegiatan ekspor batu bara. Artiannya ekspor batu bara di tahun ini bisa mencapai 471 juta ton.

    Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi mengatakan Menteri ESDM Ignasius Jonan telah menandatangani persetujuan penambahan 25 juta ton produksi. “Dengan penambahan tersebut diharapkan akan menambah devisa negara hingga US$1,5 miliar,” kata Agung di Jakarta, Rabu (15/8).

    Agung tidak merinci perusahaan apa saja yang mendapat alokasi tambahan produksi tersebut. Dia hanya menyebut pelaku usaha sebelumnya telah mengajukan revisi Rencana Kegiatan Anggaran dan Belanja (RKAB). Semua RKAB yang diajukan tersebut telah disetujui semua. Salah satu pertimbangan menyetujui usulan peningkatan produksi itu yakni realisasi kuota DMO.

    “DMO menjadi salah satu pertimbangan yang penting,” tegasnya.

    Penambahan kuota batu bara ini seiring dengan membaiknya harga komoditas tersebut. Harga Batu bara Acuan (HBA) Agustus ini ditetapkan sebesar US$107,83/ton. Harga tersebut melampaui rekor tertinggi pada Juli kemarin sebesar US$104,65/ton. Sejak pertengahan 2018 ini harga batu bara terus mencetak rekor.

    Harga batu bara terus menguat selama kurun waktu dua tahun terakhir. Melonjaknya harga tersebut berpengaruh pada penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sektor pertambangan.

    Pasalnya kontribusi batu bara mencapai 80 persen dari penerimaan negara tersebut. PNBP sektor pertambangan hingga semester pertama 2018 mencapai Rp 24,5 triliun. Capaian tersebut sekitar 76,5 persen dari target PNBP tahun ini sebesar Rp 32,09 triliun.

    Sumber: BeritaSatu.com



    Komentar Pembaca: