KPPI Mulai Penyelidikan Tindakan Pengamanan Perdagangan Impor Ubin Keramik

    Kamis, 5 April 2018 - 00:20 Editor : Redaksi Dibaca : 727 Views

    Menit.co.idKomite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) mulai melakukan penyelidikan Tindakan Pengamanan Perdagangan (safeguards) atas lonjakan volume impor ubin keramik pada 29 Maret 2018 lalu. Penyelidikan dilakukan setelah mendapat permohonan dari Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) yang mewakili industri dalam negeri penghasil ubin keramik.

    “Dari bukti awal permohonan yang diajukan pada 26 Maret 2018 lalu, KPPI menemukan adanya lonjakan volume impor barang ubin keramik. Selain itu, juga terdapat indikasi awal kerugian serius atau ancaman kerugian serius yang dialami industri dalam negeri. Kerugian ini diakibatkan oleh lonjakan volume impor barang ubin keramik,” terang Kepala KPPI Mardjoko.

    Kerugian atau ancaman kerugian terlihat dari beberapa indikator kinerja industri dalam negeri pada periode 2015-2017. Indikator tersebut antara lain meningkatnya persediaan akhir atau jumlah barang yang tidak terjual, menurunnya volume produksi dan penjualan domestik yang membuat industri dalam negeri terus mengalami kerugian finansial, serta menurunnya produktivitas dan kapasitas terpakai. Selain itu, juga berkurangnya jumlah tenaga kerja dan menurunnya pangsa pasar industri dalam negeri di pasar domestik.

    Berdasarkan data Badan Pusat Statistik dalam tiga tahun terakhir (2015-2017), volume impor ubin keramik terus meningkat. Pada tahun 2015 impor ubin keramik sebanyak 861.341 ton, kemudian tahun 2016 naik 24,7% atau sebanyak 1.073.972 ton, dan tahun 2017 naik 17,5% atau sebanyak 1.262.016 ton. Rata-rata kenaikan volume impor ubin keramik sebesar 21,1% per tahun. “Dari data tersebut dapat dilihat adanya kenaikan impor sebesar 46,5% pada tahun 2017 dibanding tahun 2015,” tandas Mardjoko.

    Negara asal impor barang ubin keramik antara lain China, Vietnam, Thailand, dan Malaysia. Volume impor ubin keramik terbesar berasal dari China, dengan pangsa impor sebesar 97,19% dari total impor ubin keramik Indonesia tahun 2015. Pada tahun 2016 pangsa pasarnya meningkat sebesar 98,84% kemudian tahun 2017 turun menjadi 96,03%.

    (rdk/rls)



    Komentar Pembaca: