OJK Sebut Pembangunan Infrastruktur Membutuhkan Dana Besar

    Jumat, 19 Januari 2018 - 08:35 Editor : Redaksi Dibaca : 159 Views

    Menit.co.id – Pemerintahan Presiden Joko Widodo tengah gencar melakukan pembangunan infrastruktur secara masif. Hal tersebut bertujuan untuk membangun aksesibilitas antar daerah di Indonesia.

    Presiden Jokowi sendiri telah memerintahkan kepada semua pihak untuk melakukan inovasi terhadap pembiayaan infrastruktur. Hal itu bertujuan agar tak ada sepeser pun dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dikeluarkan.

    Senada dengan Presiden Jokowi, Ketua Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso mengatakan, seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan infrastruktur dituntut untuk lebih kreatif dalam mencari sumber pendanaan selain anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Pasalnya pembangunan infrastruktur yang begitu masif membutuhkan dana yang cukup besar.

    “Jadi perlunya infrastruktur butuh dana cukup besar jangan sampai karena terkendala dana karena infrastruktur ini enggak bisa selesai dengan cepat dan mendiversifikasi infrastruktur dengan baik sehingga infrastruktur ini perlu,” ujarnya saat ditemui di Hotel Ritz Carlton, Jakarta Kamis malam (18/1/2018).

    Menurut Wimboh, banyak sumber pendanaan yang bisa didapat untuk membangun infrastruktur. Salah satunya adalah sumber dana dari dalam negri.

    “Dana dalam negeri tentunya harus dikasih platform. Supaya instrumen investasi kita buka semua kita explore instrumennya supaya lebih bervariasi yang memenuhi keinginan dan persepsi dari para investor baik investor besar maupun investor kecil,” jelasnya

    Selain dana dalam negeri lanjut Wimboh, sumber pendanaan infrastruktur juga bisa didapatkan melalui sumber pendanaan luar negeri. Menurutnya, lewat dana luar negeri ini potensi pendanaan infrastruktur Indonesia relatif lebih menjanjikan dan memiliki potensi yang sangat besar.

    Pasalnya Indonesia dinilai lebih menarik untuk berinvestasi dibandingkan dengan negara lain. Karena return (keuntungan) yang didapat dari investor cukup besar.

    “Dana dalam negeri tok enggak cukup mesti dari dana luar negeri. Dana luar negeri jumlahnya cukup besar dan investasi di Indonesia itu lebih menarik dari pada investasi di negara lain karena kita return-nya lebih tinggi dari pada negara lain,” jelasnya.

    Lebih lanjut Wimboh mengatakan, penggunaan dana asing untuk pembangunan infrastruktur relatif aman dan tidak berbahaya. Asalkan rasio utang luar negeri terhadap produk domestik bruto (debt to gdp ratio) masih dalam kadar wajar.

    “Apakah dana asing ini bahaya ? Terukur. Seberapa besar dana pinjaman asing ini kalau sekarang ukuran umumnya debt to gdp rasio Indonesia masih 34%. Negara lain negara maju debt to gdp rasionnya ada yang 100%. Jadi kita mempunya ruang yang masih lebar untuk menarik dana asing melalu surat utang MTN ataupun macam-macam,” jelasnya.

    (okz/okz)



    Komentar Pembaca: