Pedagang Hengkang, Pemko Dumai Dinilai Tak Mampu Kembangkan Pasar Kelakap Tujuh

    Rabu, 14 Maret 2018 - 21:45 Editor : Redaksi Dibaca : 160 Views

    Menit.co.id Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Perdagangan setempat dinilai tidak mampu mengembangkan Pasar Kelakap Tujuh, Kecamatan Dumai Barat untuk para pedagang pindahan dari Jalan MH Thamrin, Kota Dumai.

    Bukti itu diperkuat dengan hengkangnya sebagian pedagang dari Pasar Kelakap Tujuh kembali berjualan di pinggir jalan MH Thamrin, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat yang sebelumnya pernah digusur.

    “Jika Dinas Perdagangan Dumai mampu mengembangkan Pasar Kelakap Tujuh tentu pedagang tidak lagi keluar dan kembali berjualan ditempat yang lama. Seharus ini tidak terjadi,” kata Hendra Gunawan, seorang warga Kota Dumai, Rabu (14/3/18).

    Hendra juga memberikan contoh bagaimana Pasar Kelakap Tujuh itu bisa ditempati pedagang. Pemerintah harus memberikan fasilitas yang benar-benar membuat pembeli itu merasa nyaman untuk berbelanja di Pasar Kelakap Tujuh.

    “Sekarang masyarakat kurang tertarik datang ke Pasar Kelakap Tujuh itu. Apa alasannya, lokasi kurang strategis dan akses untuk transaksi jual beli sangat sempit jika berada ditengah-tengaj lapak antara pedagang,” tuturnya.

    Menurutnya, alasan yang disampaikan para pedagang itu sebenarnya sudah bisa menjadi petunjuk Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Perdagangan untuk melakukan pengembangan pasar Kelakap Tujuh tersebut.

    “Selain sempit akses pembeli, keberadaan lapak pedagang cukup kecil. Seharus pemerintah membenahi itu dengan membuat jarak antara lapak pedagang dengan akses pembeli cukup lapang. Saya yakin pasti akan ramai disana,” tuturnya.

    Sebagai data pendukung, Pihak Dinas Perdagangan Dumai menyebut ada 135 pedagang yang keluar dari Pasar Klakap Tujuh sejak pekan kemarin.
    Mereka kini memilih kembali berjualan di Jalan MH Thamrin, Kota Dumai.

    Jumlah ini berkurang dari jumlah pedagang saat pindah ke Pasar Klakap Tujuh 14 Januari 2018 lalu. Mereka menyebut saat itu jumlah pedagang mencapai 185 orang. Jumlahnya saat ini berkurang 50 orang.

    “Kami tidak tahu kemana mereka, tapi yang jelas sudah menyebar,” terang Kepala Dinas Perdagangan Dumai, Zulkarnaen, seperti dikutip dari Tribun Pekanbaru, Senin (12/3/18) kemarin.

    Menurutnya, para pedagang yang pindah kini terbagi empat kelompok berbeda. Ia menyebut anggota kelompoknya berkisar 15 hingga 55 pedagang. Posisi kelompok itu berjualan di tepi Jalan MH Thamrin berbeda beda.

    Ada yang jualan di dekat pagar Areal PT Pertamina Patra Niaga hingga dekat Pasar Panglimo Gedang. Para pedagang kini mendapat kesempatan untuk berjualan di luar Pasar Klakap Tujuh.

    Mereka mendapat waktu hingga pertengahan Juni 2018. “Mereka bakal pindah setelah lebaran. Saat ini akan kita lokalisir di luar Pasar Kelakap Tujuh,” terang Sekretaris Daerah Kota Dumai, HM Nasir secara terpisah.

    Nasir mengingatkan pihak Dinas Perdagangan Dumai mesti mendata jumlah pedagang yang ada. Kapasitas Pasar Klakap Tujuh mencapai 503 lapak, los dan kios. Para pedagang harus terdata agar tidak terjadi penambahan.

    Nasir menyebut bahwa jumlah pedagang juga harus sesuai dengan kondisi di Pasar Klakap Tujuh. Mereka harus terdaftar di bawah naungan Dinas Perdagangan Dumai. “Pihak dinas harus mendata jumlah pedagang yang jualan di Pasar Kelakap Tujuh,” terangnya.

    Para pedagang berharap Pasar Kelakap Tujuh menjadi pasar induk di Kota Dumai. Mereka ingin ada aktifitas bongkar ikan dan sayur segar di sana. Aktifitas ini bisa jadi daya tarik para pembeli untuk datang ke sana.

    “Kami ingin seperti di Pekanbaru. Ada aktifitas bongkar ikan dan sayur di satu lokasi, jadi banyak masyarakat yang belanja,” ujar Perwakilan pedagang, Riki Hutagalung dalam rapat bersama Tim Terpadu Kota Dumai, Senin (12/3/18).

    Menurut Riki, para pedagang ingin pemerintah menata Pasar Kelakap Tujuh. Perwakilan Pedagang, Awaluddin menilai pasar itu tidak layak lantaran tidak punya pembuangan air yang jelas. Hal ini jadi alasan para pedagang belum pindah hingga kini.

    Awaluddin juga meminta agar Pasar Kelakap Tujuh jadi lokasi bongkar ikan. Ia mengaku sudah berusaha untuk memindahkan para pedagang ke Pasar Kelakap Tujuh. Ia mendukung proses pemindahan pedagang dari Pasar Panglimo Gedang.

    Sekretaris Daerah Kota Dumai, HM Nasir mengakui bahwa tim terpadu berencana mengevaluasi rencana pemindahan pedagang ke Pasar Klakap Tujuh. Ia bakal lakukan pembenahan jelang para pedagang menempati kembali pasar itu.

    Pemerintah berencana membenahi fasilitas pendukung di pasar itu. “Satu fasilitas yakni gudang ikan, rencananya bakal masuk dalam APBD Perubahan 2018,” terangnya.

    Puluhan pedagang kini memilih keluar dari Pasar Klakap Tujuh. Tim terpadi rencananya akan memindahkan pedagang kembali di sana usai Lebaran pada Juni 2018 mendatang.

    (rdk/tpc/net)



    Komentar Pembaca: