Pemerintah Kembali Bongkar Pasang Direksi Pertamina

    Sabtu, 21 April 2018 - 14:04 Editor : Redaksi Dibaca : 794 Views

    Menit.co.id Elia Massa Manik harus rela melepas kedudukannya sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero), setelah Pemerintah melalui Rapat Umum Pemegang Usaha Luar Biasa (RUPS LB) memutuskan untuk merombak jajaran direksi perusahaan pelat merah tersebut pada Jumat, 20 April 2018.

    Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memutuskan untuk mencopot Massa beserta empat orang lain dari jajaran direksi Pertamina, yaitu Muchamad Iskandar (eks Direktur Pemasaran Korporat dan Ritel), Toharso (eks Direktur Pengolahan), Dwi Wahyu Daryoto (eks Direktur Manajemen Aset), serta Ardhy N. Mokobombang (eks Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia).

    Jabatan Direktur Utama di Pertamina kini diemban Nicke Widyawati untuk sementara (Pelaksana Tugas), yang merangkap pula sebagai Direktur Sumber Daya Manusia (SDM).

    Kementerian BUMN menyampaikan perombakan itu sebagai tindak lanjut Surat Keputusan (SK) Menteri BUMN Nomor 039/MBU/02/2018 tentang Pemberhentian, Perubahan Nomenklatur Jabatan dan Pengalihan Tugas Anggota-anggota Direksi PT Pertamina (Persero).

    Pada Februari lalu, SK tersebut menjadi dasar Kementerian BUMN melakukan restrukturisasi di jajaran direksi Pertamina, tepatnya dengan penambahan tiga direksi serta penghapusan jabatan Direktur Gas. “Perombakan ini berdasarkan kajian komprehensif yang dilakukan komisaris selama satu bulan sejak terbitnya SK,” kata Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno┬ádi kantornya, Jumat (20/4/2018).

    Selain hasil kajian tersebut, lengsernya lima direksi Pertamina juga disebabkan beberapa hal yang sempat terjadi belakangan terakhir seperti kelangkaan BBM, lambatnya pembangunan kilang, serta minyak tumpah di Balikpapan.

    Alasan terpilihnya Nicke sebagai Plt. Direktur Utama disebut Fajar karena posisinya sebagai Ketua Tim Implementasi Holding Migas yang resmi terbentuk pada pekan lalu. Pasalnya, dia sampaikan pula, salah satu tujuan perombakan itu adalah untuk memperlancar proses pembentukan holding migas yang resmi lahir pada 11 April 2018 lalu.

    Sebagai nahkoda baru Pertamina, Nicke mengaku tidak akan banyak melakukan perubahan signifikan terkait program kerja perseroan. Sebab, dia menilai perencanaan yang ada sudah baik dan tidak membutuhkan perubahan signifikan. Namun begitu, Nicke memastikan berbagai program akan dijalankan dengan lebih baik ke depannya.

    Fokus utama Nicke dalam waktu dekat adalah memastikan pasokan BBM menjelang lebaran. Selain itu, program seperti pembangunan kilang, pembentukan holding migas, serta penanganan dampak tumpahan minyak juga akan dijalankan semaksimal mungkin. “Direksi baru ini juga sebagian besar dari dalam Pertamina, sehingga sudah sangat memahami, yang penting kita kerjakan sama-sama,” tutur Nicke.

    Atas keputusan Pemerintah yang akan mewajibkan kembali premium di Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) serta penerapan mekanisme pelaporan untuk perubahan harga BBM umum, Nicke mengaku menerima dan akan menjalankannya.

    Dia menilai infrastruktur Pertamina di Jamali siap untuk kembali dipasoknya premium. Hal itu berbeda dengan jawaban Pertamina sebelum-sebelumnya, di mana tangki menjadi kendala ketika permintaan premium kembali tinggi karena kenaikan harga pertalite.

    “Tidak masalah, itu bisa mixing. Sebagian besar tangki kami bisa multi-product, tinggal diatur ke sistemnya,” terang Nicke.

    Atas perombakan tersebut, Kementerian ESDM melalui Dirjen Migas Djoko Siswanto berharap Pertamina bisa menjalankan berbagai aturan dan kebijakan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Hal utama yang menjadi sorotan dia adalah bagaimana pasokan BBM tak boleh lagi langka seperti sebelumnya, namun tetap diiringi doa agar keuangan perusahaan bisa tetap baik.

    “Dari segi kementerian, [semoga] perseroan dapat menjalankan aturan-aturan dan kebijakan Pemerintah, dari sisi korporasi [semoga] profitnya tetap baik,” ujar Djoko.

    Untuk informasi lebih lengkap, berikut jajaran direksi terbaru PT Pertamina (Persero).

    Plt. Direktur Utama: Nicke Widyawati
    Direktur Keuangan: Arief Budiman
    Direktur Hulu: Syamsu Alam
    Direktur Aset dan Manajemen: M. Haryo Junianto
    Direktur Mega Proyek, Pengolahan, dan Petrokimia: Heru Setiawan
    Direktur Pengolahan: Budi Santoso Syarif
    Direktur Pemasaran Ritel: Mas’ud Hamid
    Direktur Pemasaran Korporat: Basuki Trikora Putra
    Direktur Logistik, Supplychain, dan Infrastruktur: Gandhi Sriwidjojo
    Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen: Gigih Prakoso
    Direktur Sumber Daya Manusia: Nicke Widyawati

     

    (cnbc/cnbc)



    Komentar Pembaca: