Rapatkan Barisan, Indonesia Minta Uni Eropa Tetap Gunakan CPO

    Sabtu, 17 Februari 2018 - 15:12 Editor : Redaksi Dibaca : 148 Views

    Menit.co.id – Pemerintah Indonesia kembali mengambil inisiatif lanjutan bersama negara-negara produsen minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) untuk memprotes laporan Parlemen Eropa yang mengusulkan agar negara-negara yang tergabung dalam Uni Eropa menghentikan penggunaan biodiesel berbahan bakar CPO pada 2021.

    Melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Brussel, Indonesia bersama dengan duta besar negara-negara produsen CPO dari Asia Tenggara, Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan Afrika sepakat untuk melayangkan surat kepada tiga institusi Uni Eropa, yakni Presiden Parlemen Eropa Antonio Tajani (Italia), Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker (Luksemburg), dan Presiden Dewan Eropa Donald Tusk (Polandia). Diharapkan, ketiga institusi Uni Eropa tersebut dapat menerima posisi negara-negara produsen sawit, termasuk Indonesia.

    “Dengan menggandeng perwakilan seluruh negara produsen sawit di Belgia, Indonesia memastikan agar perhatian dan posisi Indonesia dan posisi bersama didengar dan didukung oleh Uni Eropa, sehingga ke depan usulan Report tersebut ditolak sebagai sebuah directive dan tidak merugikan kepentingan nasional kita,” kata Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Brussel, Dupito Simamora, Sabtu (17/2/2018).

    Sebelumnya, Indonesia juga telah menyampaikan sikap tegas melalui pendekatan yang dilakukan pada berbagai tingkatan, termasuk melalui surat Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi kepada Federica Mogherini, Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk urusan Luar Negeri dan Keamanan dan sejumlah menteri luar negeri negara-negara Uni Eropa.

    Menurut Dupito, meski telah disampaikan, laporan Parlemen Eropa tersebut bukan merupakan keputusan final Uni Eropa sehingga perlu ada kesepakatan antara Parlemen Eropa, Komisi Eropa dan Dewan Eropa agar menjadi sebuah dokumen mengikat lewat proses dialog yang rencananya akan dimulai pada akhir Februari 2018.

    Untuk itu, kata Dupito, Indonesia bersama dengan negara-negara produsen CPO lainnya sepakat untuk menghadang rencana Uni Eropa menhentikan penggunaan biodiesel berbasis CPO pada 2021. Pasalnya, kebijakan tersebut bertentangan dengan prinsip perdagangan bebas dan adil.

    “Laporan ini juga dipandang tidak adil karena minyak sawit di-phase out satu dekade lebih awal dari crops-based biofuel lainnya seperti rapeseed dan kacang kedelai (soybean) pada 2030,” ucapnya dikutip dari iNews.id.

    Lewat surat tersebut, Dupito juga meminta agar negara produsen sawit dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan Uni Eropa dalam semangat dialog, prinsip kesetaraan, dan keadilan.

    “KBRI Brussel mengapresiasi dukungan negara-negara produsen sawit atas surat bersama sebelum proses dialog digulirkan. Diharapkan, pandangan dan sikap negara produsen sawit dipertimbangkan secara serius oleh Uni Eropa,” katanya.

    (rdk/rdk)



    Komentar Pembaca: