Cara Cepat Kurus dan Sisi Negatif dari Proses Sedot Lemak

    Selasa, 20 Februari 2018 - 20:24 Editor : Redaksi Dibaca : 247 Views

    Menit.co.idOlahraga sudah, diet pun sudah dilakukan, namun lemak membandel pada tubuh tidak kunjung menghilang. Jika mengalami kondisi tersebut, padahal anda mendambakan tubuh ideal, maka bisa mempertimbangkan langkah sedot lemak.

    Prosedur sedot lemak biasa dilakukan untuk memperbaiki kontur tubuh pada area perut, bokong, pinggul, paha, atau wajah. Selain bagian-bagian itu, bisa juga melakukannya pada payudara, lengan, betis, pergelangan kaki, atau punggung.

    Prosedur sedot lemak ini hanya bisa menghilangkan lemak, bukan selulit atau stretch marks. Sedot lemak juga bukan pilihan utama untuk mengatasi obesitas.

    Yang Terjadi Saat Proses Sedot Lemak Dilakukan
    Lemak pada tubuh akan dikeluarkan dengan cara disedot. Ahli bedah akan membuat sayatan kecil yang dipakai untuk memasukkan tabung kecil dan tipis yang terhubung ke alat penyedot lemak.

    Sebelum proses penyayatan, dokter akan membius Anda. Anda akan tertidur jika diberikan bius total atau bisa diberikan pembiusan lokal yang hanya diberikan pada area sedot lemak agar bagian tubuh tersebut mati rasa.

    Pembiusan disesuaikan dengan seberapa banyak lemak yang ingin dikeluarkan dan jenis sedot lemak yang Anda jalani. Ada beberapa jenis sedot lemak yang bisa Anda pilih di antaranya adalah:

    Sedot lemak tumescent
    Ini adalah jenis prosedur sedot lemak yang paling umum digunakan. Ahli bedah akan menyuntikkan cairan steril mengandung air garam, obat bius lokal, dan obat untuk membuat pembuluh darah menyempit di area yang akan dikerjakan. Ahli bedah kemudian menyayat bagian tersebut dan menyedot lemak yang ada.

    Sedot lemak laser
    Prosedur liposuction jenis ini menggunakan bantuan laser berkekuatan tinggi untuk menghancurkan dan melarutkan lemak. Setelah lemak mencair, dokter akan menyedot lemak melalui selang penyedot lemak yang dihubungkan dengan mesin penyedot.

    Sedot lemak ultrasound
    Ahli bedah menggunakan mesin khusus yang memanfaatkan gelombang suara untuk mencairkan lemak sehingga mudah untuk dikeluarkan. Teknik ini efektif untuk menghilangkan lemak pada perut bagian atas dan samping serta di sekitar pinggul.

    Selain bertujuan untuk kecantikan, sedot lemak juga bisa digunakan untuk menangani beberapa kondisi, seperti pembengkakan pada jaringan lemak (pseudolipoma) dan pembesaran payudara pada pria.

    Sisi Negatif dari Sedot Lemak

    Selama ini sedot lemak dikenal memiliki reputasi yang baik terkait keamanannya, selama dilakukan oleh dokter bedah yang kompeten dengan peralatan bedah dan fasilitas yang memadai.

    Meski begitu, seperti operasi pada umumnya, tetap saja ada beberapa keluhan pasca operasi dan kemungkinan komplikasi yang bisa terjadi. Keluhan yang umum Anda rasakan setelah operasi antara lain:

    Rasa nyeri, pembengkakan, memar, mati rasa. Untuk mengatasi kondisi tersebut, dokter akan meresepkan obat pereda rasa sakit dan antibiotik guna mengurangi risiko infeksi.

    Pembengkakan terjadi sekitar sebulan. Setelah sebulan, area sedot lemak akan terlihat mengecil, namun bentuknya belum sempurna. Bentuk tubuh yang diimpikan akan terlihat setelah beberapa bulan.

    Sementara itu, komplikasi yang mungkin terjadi dapat berupa:

    Kulit bergelombang atau tidak rata. Kulit biasanya akan tertarik atau mengencang setelah beberapa bulan. Namun ada pula yang kondisi kulitnya menjadi agak kendur. Kerusakan saraf dan kulit di sekitar daerah operasi. Reaksi terhadap obat bius. Infeksi.

    Komplikasi pasca operasi, seperti kehilangan banyak darah dan cairan, penggumpalan darah atau lemak di paru-paru, dan penumpukan cairan di paru-paru.

    Anda akan lebih mungkin terkena risiko di atas jika sebelum sedot lemak Anda berada pada kondisi obesitas atau memiliki gangguan jantung.

    Hasil dari sedot lemak bisa dibilang permanen, namun sedot lemak tidak bisa mencegah tubuh kembali berisi. Anda harus tetap menjaga bentuk tubuh baru Anda dengan rutin berolahraga dan pola makan yang sehat.

    Sedot lemak memang bisa membuat tubuh lebih ramping, namun metode ini tidak serta-merta dijadikan alat untuk menurunkan berat badan. Jika Anda mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, disarankan menurunkan berat badan dengan cara diet yang sehat dan berolahraga. Demikian dikutip dari alodokter.com.

    (zik/zik)



    Komentar Pembaca: