Cara Mengenali Gejala Difteri dan Pengobatannya

    Jumat, 26 Januari 2018 - 20:45 Editor : Redaksi Dibaca : 225 Views

    Menit.co.id Akhir tahun 2017, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia menyatakan bahwa penyakit difteri masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB). Kemenkes mencatat bahwa terdapat 79 kasus difteri pada pertengahan Desember 2017.

    Meski telah terjadi penurunan jumlah kasus, penyakit difteri tidak boleh dianggap sepele. Difteri adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae.

    Bakteri ini menyebar melalui tiga rute, yaitu bersin dan kontaminasi barang pribadi (jika menggunakan gelas bekas penderita yang belum dicuci). Difteri juga dapat menular melalui kontaminasi barang rumah tangga (biasanya melalui barang yang dipakai secara bersamaan, seperti handuk atau mainan).

    Selain itu, Anda bisa terkena difteri apabila menyentuh luka orang yang sudah terinfeksi. Meski mudah menular dari satu orang ke orang lain, difteri dapat dicegah melalui vaksinasi.

    Dapat dicegah melalui vaksinasi

    Difteri sebenarnya adalah penyakit lama. Sejak tahun 1990, kasus penyakit difteri sudah hampir tidak ada. Kemudian difteri muncul kembali di tahun 2009 dan berhasil dicegah lagi dengan vaksin. Vaksin pencegahannya disebut dengan vaksin DPT (Difteri, Pertusis dan Tetanus), TD (Tetanus dan Difteri), serta DT (Difteri dan Tetanus).

    Vaksin DPT idealnya diberikan lima kali hingga anak berumur lima tahun, sesuai dengan jadwal dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Sementara itu, vaksin DT diberikan satu kali saat anak berusia tujuh tahun. Sedangkan, vaksin TD diberikan setiap 10 tahun sejak umur 18 tahun.

    Tanda difteri sering muncul dalam dua sampai lima hari setelah infeksi terjadi. Beberapa orang tidak mengalami gejala apapun, sementara yang lain memiliki gejala ringan yang serupa dengan flu biasa.

    Gejala difteri yang paling umum

    Gejala difteri yang paling terlihat dan umum dirasakan oleh penderita yang telah terinfeksi adalah demam yang tidak begitu tinggi (sekitar 38 derajat celsius), munculnya lapisan abu-abu tebal pada tenggorokan, dan mudah berdarah jika dilepaskan. Gejala umum lainnya termasuk:

    -Demam hingga menggigil.
    -Kelenjar bengkak di leher (bull neck).
    -Batuk.
    -Sakit tenggorokan.
    -Sesak napas.
    -Suara serak.
    -Perasaan tidak nyaman atau tidak enak badan seperti saat sakit infeksi lainnya.
    -Kesulitan menelan.
    -Kulit pucat dan dingin, berkeringat, serta detak jantung yang cepat.

    Menurut Mayo Clinic, penyakit ini bisa menjadi fatal pada sekitar tiga persen kasus. Jika tidak diobati, penyakit difteri bisa menyebabkan kerusakan parah pada ginjal, sistem saraf, dan jantung Anda. Karena itu, bila menemukan gejala difteri seperti di atas pada diri sendiri atau salah satu anggota keluarga, Anda perlu segera menghubungi dokter.

    Sumber : klikdokter



    Komentar Pembaca: