Cara Menghitung Detak Jantung yang Normal Perlu Kamu Ketahui

    Selasa, 25 September 2018 - 10:54 Editor : Redaksi Dibaca : 80 Views

    Menit.co.id Jantung adalah salah satu organ paling penting dalam tubuh. Bagaimana tidak, jantung memiliki fungsi utama untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Karena itu, sudah seharusnya Anda memastikan bahwa jantung Anda berfungsi dengan baik.

    Salah satu indikator penilaian fungsi jantung yang dapat dengan mudah Anda gunakan adalah frekuensi detak jantung.

    Frekuensi detak jantung normal untuk anak usia 10 tahun ke atas dan dewasa berkisar 60-100 kali per menit. Naik turunnya frekuensi detak jantung dapat dipengaruhi oleh beberapa hal. Adapun beberapa faktor risiko yang dapat memengaruhi frekuensi detak jantung Anda, yaitu:

    Usia
    Frekuensi detak jantung normal pada anak biasanya lebih tinggi dibandingkan dengan orang dewasa. Bayi sampai usia 1 tahun berkisar 100-160 kali per menit. Anak usia 1-10 tahun sekitar 70-120 kali per menit. Pada lansia, frekuensi detak jantung dapat lebih rendah.

    Intensitas kegiatan
    Semakin banyak Anda bergerak, maka frekuensi detak jantung akan semakin meningkat. Di saat tubuh bergerak, kerja beberapa organ seperti otot akan semakin berat. Hal tersebut membuat otot membutuhkan suplai oksigen dan nutrisi lebih banyak untuk menjalankan fungsinya. Pada akhirnya jantung harus memompa darah lebih banyak.

    Ukuran tubuh
    Timbunan lemak yang berlebihan pada tubuh dapat menghambat aliran darah di pembuluh darah arteri dan vena. Kondisi ini dapat menyebabkan jantung bekerja lebih berat sehingga terjadi peningkatan frekuensi detak jantung.

    Emosi
    Kondisi stres, cemas, ataupun gembira secara berlebihan dapat menyebabkan peningkatan frekuensi detak jantung.

    Suhu udara
    Pada kondisi suhu dan kelembapan udara yang tinggi, jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah lebih banyak ke seluruh tubuh. Dengan begitu, otomatis frekuensi detak jantung juga akan meningkat.

    Posisi tubuh
    Pada posisi tubuh tertentu, frekuensi detak jantung dapat terpengaruh. Ketika sedang ada perubahan posisi, misalnya dari duduk ke berdiri, frekuensi detak jantung dapat meningkat sedikit dalam waktu singkat.

    Obat-obatan
    Beberapa efek samping dari obat dapat memengaruhi frekuensi detak jantung. Misalnya, beberapa obat untuk terapi asma (albuterol atau kortikosteroid yang dihirup) dapat meningkatkan frekuensi detak jantung.

    Bahkan, ada pula obat yang dapat meningkatkan tekanan darah bersamaan dengan peningkatan frekuensi detak jantung, seperti pada obat pilek yang memiliki kandungan pseudoephedrine atau phenylephrine. Ada juga beberapa suplemen yang membuat frekuensi detak jantung meningkat dan tidak beraturan.

    Penyakit tertentu
    Beberapa penyakit dapat memengaruhi frekuensi detak jantung, baik menjadi lebih cepat, lambat, ataupun tidak beraturan. Misalnya: diabetes, hipertensi, hipertiroid, hipotiroid, dan penyakit jantung koroner yang dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan irama detak jantung.

    Langkah Menghitung Frekuensi Detak Jantung
    Untuk menghitung frekuensi detak jantung per menit, cara paling mudah adalah dengan melakukan perabaan denyut nadi. Begini langkah-langkahnya.

    Sebaiknya Anda dalam kondisi duduk. Pastikan Anda merasa rileks dan santai.
    Denyut nadi biasanya dapat diraba pada beberapa area tubuh, yaitu pergelangan tangan, siku bagian dalam, dan sisi leher bagian dalam. Namun, perabaan denyut nadi paling mudah dilakukan pada area pergelangan tangan.

    Jika ingin melakukan perabaan denyut nadi pada pergelangan tangan kiri, tempatkan ujung telunjuk dan jari tengah kanan Anda di sisi dalam pergelangan tangan kiri, tepat di bawah pangkal jempol tangan kanan. Begitu pula jika di tangan sebaliknya.

    Jika ingin melakukan perabaan denyut nadi pada leher, tempatkan ujung telunjuk dan jari tengah di leher bagian rahang bawah di sisi batang tenggorokan. Perabaan denyut nadi di siku bagian dalam juga dengan menempatkan kedua ujung jari tersebut.

    Pastikan nadi teraba dengan jelas. Anda bisa mengatur posisi jari sampai nadi benar-benar teraba.

    Hitung frekuensi denyut nadi yang teraba selama 15 detik secara fokus. Kalikan hasilnya dengan angka 4 untuk mendapatkan hasil frekuensi nadi dalam 1 menit. Pengalian ini hanya bisa dilakukan bila denyut nadi teraba teratur.

    Demikian, langkah-langkah bagaimana menghitung detak jantung yang normal. Mudah-mudahan hal tersebut dapat menjadi tahap awal bagi Anda untuk menilai fungsi jantung Anda.

    Jika ada kelainan pada frekuensi detak jantung Anda, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter. Ketahuilah bahwa untuk menentukan fungsi jantung secara menyeluruh, diperlukan pemeriksaan medis lebih lanjut.

    Sumber: Klikdokter



    Komentar Pembaca: