Gejala Virus Kawasaki Mirip Campak dan Demam Berdarah

    Jumat, 2 Februari 2018 - 09:42 Editor : Redaksi Dibaca : 226 Views

    Menit.co.id – Virus kawasaki dikabarkan menyerang seorang bayi di Surabaya. Untungnya, bayi yang dirawat di RSUD dr Soetomo Surabaya itu dapat diselamatkan.

    Dokter Agus Harianto yang merawat bayi tersebut menyatakan gejala awal virus kawasaki mirip dengan campak dan demam berdarah.

    “Gejala awal virus Kawasaki ini hampir mirip demam berdarah. Suhu badan panas yang tidak stabil. Bahkan, hingga lebih dari 4 hari. Jika Dokter yang tidak mengetahui penyakit ini, pasti akan mendiagnosa sebagai penyakit demam berdarah atau campak,” kata Agus.

    Penyakit kawasaki merupakan penyakit yang menyerang dinding pembuluh darah di seluruh tubuh, terutama jantung. Penyakit ini terbilang langka dan umumnya menyerang anakanak.

    Seperti campak dan demam berdarah, penyakit kawasaki ditandai dengan munculnya demam. Demam ini biasanya berlangsung selama lebih dari lima hari dan diikuti munculnya ruam kemerahan di area tubuh.

    Gejala lain berupa mata merah tanpa cairan, perubahan kondisi bibir, jari-jari tangan membengkak, dan pembengkakan kelenjar getah bening pada leher.

    Setelah demam menurun, biasanya pasien mengalami gejala lain yang diikuti komplikasi penyakit seperti kulit ujung jari mengelupas, gangguan pencernaan, serta nyeri.

    Bila tak ditangani, penyakit kawasaki dapat menyebabkan kematian pada bayi. Namun umumnya semakin dini penanganan, semakin besar peluang untuk sembuh total.

    Situs layanan kesehatan Web MD menyebut sampai saat ini para ahli belum bisa mengetahu penyebab dari penyakit kawasaki. Dugaan sementara penyakit ini dipengaruhi faktor keturunan dan autoimun.

    Di negara barat, kawasaki umumnya terjadi di akhir musim dingin dan awal musim semi. National Health Service Inggris mencatat delapan dari 100 ribu anak menderita kawasaki di negara itu setiap tahunnya.

    Riset juga menunjukkan 72 persen penderita kawasaki berusia di bawah lima tahun dan 1,5 kali lebih banyak menyerang laki-laki.

    (cnn/cnn)



    Komentar Pembaca: