Mengenali Gejala dan Cara Mengatasi Paranoid

    Selasa, 17 April 2018 - 23:39 Editor : Redaksi Dibaca : 2045 Views

    Menit.co.id Gangguan kepribadian paranoid ditandai dengan rasa curiga dan takut berlebihan. Umumnya individu dengan kepribadian paranoid selalu menganggap bahwa orang lain ingin menyakiti mereka, dan merasa kondisi di sekitarnya mencurigakan atau berbahaya.

    Gangguan kepribadian paranoid lebih sering dialami oleh laki-laki, yang dimulai pada masa anakanak atau masa remaja. Individu dengan kepribadian paranoid umumnya sulit bergaul dan sering memiliki masalah dalam menjalin hubungan dekat.

    Gejala-gejala Paranoid

    Sampai saat ini belum diketahui secara jelas mengapa seseorang dapat mengalami kepribadian paranoid. Namun, hal yang paling diyakini adalah karena pengalaman traumatis semasa kecil, baik secara fisik atau emosional, yang didorong oleh emosi ekstrem maupun pengaruh lingkungan.

    Gejala khas kepribadian paranoid yaitu tidak dapat percaya pada orang lain, kebutuhan yang berlebihan untuk mandiri dan memiliki otonomi yang kuat. Bahkan, mereka juga sangat berlebihan dalam mengontrol orang-orang di sekitar mereka.

    Maka demikian, tak heran jika individu dengan kepribadian paranoid seringkali kaku, tertutup, atau menunjukkan sikap acuh terhadap orang lain, terutama orang yang baru dikenalnya.

    Gejala-gejala lain yang umumnya dimiliki oleh seseorang yang paranoid, di antaranya:

    Sampai saat ini belum diketahui secara jelas mengapa seseorang dapat mengalami kepribadian paranoid. Namun, hal yang paling diyakini adalah karena pengalaman traumatis semasa kecil, baik secara fisik atau emosional, yang didorong oleh emosi ekstrem maupun pengaruh lingkungan.

    Gejala khas kepribadian paranoid yaitu tidak dapat percaya pada orang lain, kebutuhan yang berlebihan untuk mandiri dan memiliki otonomi yang kuat. Bahkan, mereka juga sangat berlebihan dalam mengontrol orang-orang di sekitar mereka.

    Maka demikian, tak heran jika individu dengan kepribadian paranoid seringkali kaku, tertutup, atau menunjukkan sikap acuh terhadap orang lain, terutama orang yang baru dikenalnya.

    Gejala-gejala lain yang umumnya dimiliki oleh seseorang yang paranoid, di antaranya:

    • Percaya bahwa orang lain memiliki motif tersembunyi atau ingin menyakitinya.
    • Mengalami kesulitan bekerja dengan orang lain.
    • Cepat marah dan bermusuhan.
    • Mengalami kesulitan dalam memahami masalah mereka sendiri.
    • Mudah terpisah atau terisolasi secara sos
    • Meragukan kesetiaan orang lain.
    • Sangat sensitif ketika mendapat kritik
    • Bersikap argumentatif dan defensif.

    Beberapa gejala kepribadian paranoid hampir sama dengan gejala gangguan mental lainnya, seperti gangguan kepribadian ambang (borderline personality disorder) dan skizofrenia. Dokter akan memberi rekomendasi pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater.

    Mendiagnosis dan Mengatasi Paranoid

    Gangguan kepribadian paranoid akan didiagnosis oleh psikolog atau psikiater. Orang tua atau saudara dekat sangat berperan penting dalam membantu pasien agar mau didiagnosis oleh psikiater. Biasanya pasien tidak mau mencari pengobatan sampai gejala yang timbul dirasa mengganggu hidupnya.

    Tahap awal mendiagnosis pasien gangguan paranoid adalah mengajak berkonsultasi ke psikiater. Pasien kemudian akan ditanya tentang masa kecil, sekolah, pekerjaan, dan hubungannya dengan orang lain. Psikiater juga mungkin bertanya bagaimana pasien menanggapi situasi yang dibayangkan. Konsultasi ini berguna untuk untuk mengukur sejauh mana pasien bereaksi terhadap situasi tertentu.

    Setelah mendapat penjelasan detail dari pasien terkait beberapa pertanyaan, maka tahapan selanjutnya adalah membuat diagnosis dan menyusun rencana perawatan. Pengobatan gangguan kepribadian paranoid biasanya melibatkan psikoterapi jangka panjang. Jenis terapi ini akan membantu penderita paranoid berkomunikasi dengan orang lain dalam situasi sosial, serta membantu mengurangi perasaan paranoid pada dirinya. Ada pula beberapa jenis obat yang dapat diberikan untuk membantu mengurangi gejala-gejala yang mengganggu.

    Gejala gangguan kepribadian paranoid tidak bisa dianggap remeh. Konsultasi ke psikiater untuk memastikan diagnosis serta penanganan yang terbaik.

    Sumber: Alodokter



    Komentar Pembaca: