Menteri Kesehatan Nila Moeloek Akui Kasus Pil PCC Cukup Kompleks

    Minggu, 17 September 2017 - 16:50 Editor : Redaksi Dibaca : 159 Views

    Menit.co.id – Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) di Kementerian Kesehatan RI telah mengirimkan tim ke Kendari, Sulawesi Tenggara, untuk mengani kasus pil PCC.

    Menteri Kesehatan RI, Nila Moeloek mengatakan bahwa anggota tim terdiri dari dokter kesehatan jiwa dan farmasi untuk bekerja dan memantau dampak dari kasus PCC.

    “Kami terkena dampaknya akibat obat ini. Kita lihat sudah hilang efek obat itu, tetapi tim kami sedang menuju ke Kendari. Saya kira mereka sudah di sana sekarang,” katanya di Hotel Harris Kota Malang, Sabtu (16/9).

    Nila menilai, kasus PCC yang terjadi di Kendari sudah sangat kompleks, dan bukan hanya murni persoalan kesehatan saja. Obat itu sudah dicabut izin peredarannya tetapi ternyata ditemukan di sana, tentu polisi harus menyingkap kasusnya.

    “Saya kira kompleks ya, jadi bukan masalah kesehatan saja. Pertama, siapa yang mengedarkan obat yang izin edarnya sudah dicabut. Kita tahu bahwa itu efek, maksudnya apa? bagaimana bisa terjadi?” katanya.

    “Siapa yang mengedarkan, berhubungan dengan keamanan sehingga polisi harus terlibat dalam hal ini,” katanya.

    Sebelumnya, puluhan remaja di Kendari, Sulawesi Tenggara mengalami reaksi aneh usai mengonsumsi pil PCC (Paracetamol, Cafein, Carisoprodol). Satu orang dinyatakan meninggal dunia sementara puluhan lainnya dirawat di rumah sakit.

    “Kami juga mengimbau pada orang tua di sekolah. Kok bisa obat itu sekaligus banyak gitu. Kalau satu-dua kita bisa mengerti, mungkin ada pair group yang mengganggu, kalau ini secara massal, tentu ada sesuatu yang harus dicari penyebabnya tentu oleh kepolisian,” katanya.

    Nila mengatakan harus melakukan koordinasi dengan stakeholders untuk mengungkap kasus ini. Bersamaan dengan itu, Kemenkes dan Badan POM harus bekerja karena memang tugasnya mengawasi kesehatan.

    “Kita harus mengatasi dampak obat yang dipakai dan dari apoteker, kenapa bisa menjual obat yang itu yang harus diteliti, karena tanpa resep tidak bisa dibeli, tidak ada izin edar juga,” katanya.

    (mdk/mdk)



    Komentar Pembaca: