Peneliti Temukan Vaksin Anyar Pencegah Tuberkulosis

    Senin, 29 Oktober 2018 - 14:41 Editor : Redaksi Dibaca : 81 Views

    Menit.co.id Harapan memberantas penyakit tuberkulosis (TBC) mulai menunjukkan titik terang. Peneliti baru saja menemukan vaksin yang dapat mencegah perkembangan basil (bakteri berbentuk batang) tuberkulosis.

    Selama ini, bakteri TBC masih menjadi infeksi pembunuh terbesar di dunia. Penyakit ini membunuh lebih banyak orang dibandingkan HIV setiap tahunnya.

    Meski dapat disembuhkan, TBC terus menyerang jutaan orang di dunia. Pada tahun lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan sebanyak 1,6 juta kematian dari 10 juta orang yang menderita tuberkulosis di seluruh dunia.

    Untuk menghentikan perkembangan bakteri itu, para ilmuwan terus berupaya mengembangkan vaksin sejak bertahun-tahun lalu.

    Terbaru, sekelompok peneliti dari perusahaan farmasi GlaxoSmithKline berhasil mengembangkan vaksin anyar dengan nama M72/AS01E dengan proteksi mencapai 54 persen.

    Vaksin ini menjadi vaksin pertama yang memberikan proteksi dari bakteri tuberkulosis lebih dari 50 persen. Selama ini, tak ada satu pun vaksin yang berhasil memberikan perlindungan lebih dari 50 persen.

    Meski tak mencapai 100 persen, dalam studi yang dipublikasikan di New England Journal of Medicine itu, peneliti percaya vaksin ini cukup efektif memberikan dampak yang signifikan menangkal bakteri TBC.

    Untuk meningkatkan efektivitas, peneliti menyebut vaksin dapat dikombinasikan dengan pencegahan lain seperti pemakaian masker. Vaksin ini diperkirakan dapat menyelamatkan jutaan nyawa dan mencegah 10 juta kasus TBC baru.

    “Saya tak bisa mengungkapkan kegembiraan saya. Ini penuh harapan. Ini benar-benar dapat membantu jutaan orang,” kata direktur ilmiah di International Union Against Tuberculosis and Lung Disease, Paula Fujiwara kepada CNN.

    Sebagai catatan, vaksin baru ini hanya melindungi orang yang sebelumnya pernah terinfeksi TBC. Kendati demikian, peneliti menyebut bahwa hal ini tetap berdampak besar karena virus tuberkulosis dapat datang kembali dan menyerang siapa saja.

    Vaksin ini disebut lebih efektif dibanding vaksin Bacillus Calmette-Guérin (BCG) yang diterapkan di beberapa negara untuk menangkal TBC. BCG digunakan di Inggris, namun tidak direkomendasikan di Amerika Serikat karena dampaknya yang sangat rendah.

    (cnn/cnn)



    Komentar Pembaca: