Semua Bisa Kena Muntaber dan Harus Ditangani dengan Capet

    Sabtu, 28 Juli 2018 - 12:33 Editor : Redaksi Dibaca : 192 Views

    Menit.co.id Muntah-muntah dan berak atau dikenal sebagai muntaber, sangat berbahaya jika tidak ditangani dengan cepat. Sering kali penyakit ini dianggap sepele, padahal bisa menyebabkan seseorang mengalami kekurangan cairan dalam jumlah banyak, yang bisa berbahaya.

    Muntaber bisa dialami siapa saja, tanpa memandang usia dan tempat tinggal. Namun jika terjadi pada anakanak dan manula, muntaber perlu diwaspadai. Kedua kelompok usia ini sangat rentan mengalami kehilangan banyak cairan dalam waktu yang sangat cepat.

    Penyebab muntaber bisa beragam, termasuk infeksi virus dan bakteri, serta parasit. Selain itu, mengonsumsi makanan yang sulit diproses oleh pencernaan anak dan manula juga dapat menyebabkan muntaber.

    Seperti Apa Bahaya Muntaber pada Anak?

    Muntaber pada anakanak dapat membahayakan nyawa. Dehidrasi yang diakibatkan oleh muntaber bisa terjadi dengan sangat cepat pada anak-anak, terutama jika masih berusia sangat kecil.

    Orang tua perlu lebih waspada apabila anak mengalami tanda-tanda di bawah ini saat muntah dan diare:

    • Berat badan turun drastis.
    • Nafsu makan menurun.
    • Jarang buang air kecil.
    • Mengeluarkan urine yang berwarna lebih gelap.
    • Jantung anak berdetak lebih cepat dari biasanya.
    • Mulut anak menjadi kering.
    • Saat menangis tidak mengeluarkan air mata.
    • Kelopak mata anak tampak
    • Kulit menjadi tidak padat seperti
    • Muka anak menjadi lebih tirus dari biasanya.
    • Anak menjadi sensitif atau gelisah.
    • Anak tampak lemas, atau mengalami penurunan kesadaran.

    Lakukan Hal Ini jika Anak Mengalami Muntaber
    Jika anak Anda mengalami muntah dan diare secara bersamaan, maka beberapa hal di bawah ini bisa dilakukan:

    Penanganan pada bayi
    Saat bayi mengalami muntaber, tetaplah berikan ASI padanya. Cairan dan kandungan elektrolit di dalam ASI bisa mencegah bayi mengalami dehidrasi. Jika bayi mengonsumsi susu formula, beralihlah kepada susu formula yang bebas laktosa. Hal ini perlu dilakukan karena laktosa berpotensi memperparah diare. Oralit yang merupakan solusi rehidrasi oral mungkin diperlukan agar bayi terhindar dari bahaya dehidrasi. Cairan ini sendiri terdiri dari garam, gula, kalium, dan nutrisi lainnya.

    Penanganan anak-anak
    Untuk balita dan anak-anak, oralit mungkin bisa langsung diberikan untuk menggantikan cairan yang hilang. Hindari pemberian air putih biasa dan minuman ringan. Air biasa tidak memiliki kandungan garam dan nutrisi yang cukup untuk menggantikan cairan yang hilang. Sementara itu, minuman ringan biasanya kaya akan gula, dan kemungkinan dapat menyebabkan iritasi saluran cerna anak.

    Segera bawa ke dokter jika anak mengalami muntah dan diare terus-menerus. Anak juga harus segera dibawa ke dokter atau rumah sakit jika mengalami dehidrasi, karena dikhawatirkan akan menyebabkan komplikasi yang serius. Pada kasus muntah yang terus menerus, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan endoskopi untuk memeriksa kondisi saluran cerna.

    Muntaber dapat dikarenakan makanan yang tidak steril, maka orang tua harus memastikan kebersihan makanan yang diberikan kepada anak. Pastikan orang tua dan anak-anak untuk selalu mencuci tangan dengan sabun saat hendak makan, sesudah ke toilet, setelah bermain, dan setelah melakukan aktivitas lain yang mungkin bersentuhan dengan kuman.



    Komentar Pembaca: