Teh Manis Dapat Meningkatkan Risiko Obesitas pada Anak

    Senin, 5 Februari 2018 - 21:31 Editor : Redaksi Dibaca : 209 Views

    Menit.co.id Di Indonesia, teh manis sering menjadi minuman pendamping saat makan, alternatif untuk meredakan haus, atau andalan saat sedang demam dan flu.

    Tidak hanya orang dewasa, banyak anak juga senang mengonsumsi teh manis. Namun bolehkah dan amankah anak mengonsumsi teh manis?

    Teh memang menyimpan banyak khasiat untuk tubuh manusia. Menurut WebMD, studi telah menemukan bahwa beberapa jenis teh dapat membantu menurunkan berat badan dan kolesterol, serta membantu mencegah kanker, penyakit jantung, dan diabetes.

    Meski demikian Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengungkapkan bahwa kebanyakan penelitian tentang manfaat teh terhadap kesehatan dilakukan pada orang dewasa. Sedangkan manfaat teh pada anak masih belum jelas.

    IDAI menjelaskan bahwa teh justru dapat menyebabkan anak menjadi hiperaktif. Sebab, teh mengandung sekitar tiga persen kafein, heobromine, dan teofilin yang merupakan suatu stimulan. IDAI menyarankan untuk menghindari memberikan teh pada anak yang cukup aktif dan sulit tidur.

    Meningkatkan risiko obesitas pada anak

    Pada dasarnya, setelah satu tahun, anak sudah boleh mengonsumsi minuman dan makanan yang sama seperti orang dewasa. Anak mengonsumsi teh manis sesekali sebenarnya sah-sah saja. Yang tidak dianjurkan adalah anak meminum teh manis secara rutin.

    Anda tentu tahu bahwa teh manis mengandung gula yang tinggi, apalagi teh manis kemasan yang sudah ditambahkan gula cukup banyak. Terlalu sering mengonsumsi teh manis dapat meningkatkan risiko obesitas pada anak.

    Menurut IDAI, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan asupan gula tambahan sebanyak 10 persen dari total kalori. Sebagai ilustrasi, anak usia 5 tahun dengan berat badan ideal 18 kg boleh mendapat gula tambahan sekitar 45 g per hari.

    Selain itu, dr. Resthie Rachmanta Putri, M.Epid mengatakan bahwa mengonsumsi teh pada anak tidak disarankan berdekatan dengan sesi makan utama.

    Sebab, konsumsi teh dapat mengganggu penyerapan zat besi pada anak, sehingga minum teh sebelum atau sesudah sesi makan utama dapat menyebabkan anak berisiko mengalami anemia.

    Cairan yang tepat saat anak demam atau flu

    Sama seperti orang dewasa, anak membutuhkan banyak cairan saat sedang mengalami demam atau flu. Seperti telah dikatakan sebelumnya bahwa, anak mengonsumsi teh sesekali, termasuk saat sakit, sesungguhnya tidak masalah.

    Bahkan menurut para ahli, hampir semua cairan baik untuk anak yang sedang sakit. Meski demikian, Anda tetap perlu memberikan alternatif. Berdasarkan WebMD, berikut ini beberapa minuman selain teh manis yang baik untuk anak yang sedang demam atau flu:

    Air. Ini adalah pilihan termudah. Namun bila anak mengatakan bahwa cairan yang satu ini membosankan, Anda bisa menambahkan sedikit jus buah.

    Jus buah. Kebanyakan anak menyukai jus buah. Jus apel atau anggur mungkin dapat menjadi pilihan baik saat anak sedang demam atau flu.

    Susu. Susu tidak akan menyebabkan penumpukan lendir. Protein, kalori, dan lemak di dalam susu juga dapat membantu menjaga daya tahan tubuh anak yang sedang sakit.

    Namun, bagaimana bila anak tetap tidak mau minum? Demam dan flu memang dapat mengganggu nafsu makan anak, sehingga ia mungkin enggan minum. Jika itu yang terjadi, Anda dapat menyediakan beberapa alternatif seperti agar-agar atau sup ayam.

    Anda dapat membuat agar-agar menjadi bentuk yang menyenangkan, supaya anak tertarik untuk mengonsumsinya. Sementara itu, kehangatan sup ayam dapat membantu melancarkan penyumbatan di saluran pernapasan anak.

    Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa sup ayam benar-benar dapat melawan peradangan dan membantu meredakan flu.

    Jadi, bila kembali bicara tentang teh manis, minuman ini sebetulnya tidak membahayakan anak. Namun belum ada penelitian yang membuktikan manfaat minum teh manis secara rutin pada anak.

    Anda tetap bisa menyajikan teh untuk anak dengan selalu memperhatikan jumlah, takaran gula, dan waktu pemberian. Demikian dikutip dari klikdokter.com.

    (zik/zik)



    Komentar Pembaca: