Agrowisata Kopi Bakal Jadi Andalan Wisata Lampung

    Minggu, 27 Agustus 2017 - 16:01 Editor : Redaksi Dibaca : 196 Views

    Menit.co.id – Pemerintah Provinsi Lampung mengungkapkan tengah mengembangkan konsep wisata berpadu dengan pertanian atau agrowisata seperti yang sukses diterapkan di Thailand.

    Lampung sendiri berencana menonjolkan komoditas pertanian utamanya, kopi.

    Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo menjelaskan, pengembangan konsep agrowisata di provinsi tersebut akan mengutamakan aktivitas di lahan pertanian dan perkebunan, baik yang dikelola penduduk maupun pemerintah.

    Lampung sendiri berencana mengadaptasi kesuksesan agrowisata Suphattra Land yang terletak di Ban Khai, Thailand.

    Thailand terkenal akan kesuksesan pengelolaan perkebunan buah-buahan dan berhasil mennjadi eksportir komoditas hortikultura di dunia.

    “Benchmark-nya ke depan bisa seperti Thailand. Jadi, pengembangan wisata, kontennya adalah agrowisata,” ujar Ridho usai perhelatan Lampung Krakatau Festival (LKF) 2017, Sabtu (26/8).

    Untuk membedakan dengan agrowisata di daerah lainnya di Indonesia, Ridho menyebut Lampung memiliki keunggulan sebagai produsen kopi termahal di dunia, kopi Luwak.

    “Contohnya kopi, yang merupakan ekspor terbesar Indonesia, itu berasal dari Lampung. Itu orang yang tidak banyak tahu. Kopi Luwak juga banyak dari Lampung,” jelas Ridho.

    Bukan hanya kopi, Lampung juga disebut Ridho kaya akan buah-buahan tropis lainnya, seperti pisang dan nanas.

    Lampung memiliki kebun pisang dan nanas terbesar dan telah mengekspor buah-buahan itu ke berbagai negara di dunia. Pun, Indonesia diketahui menjadi negara pengekspor nanas ke-tiga terbesar di dunia yang berasal dari provinsi ini.

    “Ada juga pisang Sunpride itu dari Lampung sebetulnya. Jadi, ini salah satu yang menjadi konten dari pariwisata Lampung adalah agrowisata tadi,” pungkas Ridho.

    Konsep agrowisata sebenarnya telah dilakukan sejak lama mengingat sektor pertanian dan perkebunan memang menjadi andalan provinsi tersebut. Sayang, informasi soal itu masih minim sehingga belum mampu menarik wisatawan.

    Ridho menjelaskan, untuk memperkenalkan agrowisata tersebut, Pemprov akan menggencarkan sosialisasi melalui berbagai festival.

    Dia menyebut Lampung ditargetkan mampu mengadakan 21 festival yang memamerkan seluruh potensi wisata, pertanian, seni, dan budaya.

    Selain itu, berbagai infrastruktur dan fasilitas penunjang juga turut dibangun dari Bandar Udara Radin Inten II dan Pelabuhan Bakauheni yang merupakan gerbang masuk utama ke Lampung.

    (cnn/cnn)



    Komentar Pembaca: