BKN Klarifikasi Soal Lama Cuti Melahirkan buat PNS Laki-laki

    Kamis, 15 Maret 2018 - 17:04 Editor : Redaksi Dibaca : 1334 Views

    Menit.co.id – Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengeluarkan klarifikasi terkait beragamnya interpretasi akan Cuti Alasan Penting (CAP) atau cuti melahirkan bagi PNS laki-laki.

    Sebelumnya disebutkan, aturan baru yang dikeluarkan BKN memungkinkan PNS laki-laki untuk mengajukan CAP saat istri melahirkan, tak lagi perlu ambil Cuti Tahunan seperti biasanya.

    Lama cuti pun, seperti mengutip poin yang tertera di Peraturan Kepala (Perka) BKN Nomor 24 Tahun 2017 tentang ‘Tata Cara Pemberian Cuti Pegawai Negeri Sipil (PNS)’ tersebut, bisa satu bulan lamanya.

    Mengenai ini, Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) Badan Kepegawaian Negara, Mohammad Ridwan mengatakan hal tersebut ada salah pemahaman.

    “Kalau di-state satu bulan, bisa misleading. Itu (lama cuti) tergantung surat keterangan jumlah hari rawat inap istri selama masa persalinan,” ujarnya mengklarifikasi saat dihubungi CNNIndonesia.com, pada Rabu (14/3).

    “Kenyataannya, sekarang persalinan normal hanya 3 hari, caesar rata-rata 5 hari. Ya, sejumlah hari itu si suami PNS bisa mengajukan Cuti Alasan Penting,” ujarnya menambahkan.

    Terkait beragam interpretasi dan pemahaman akan CAP ini, BKN mengeluarkan ‘Klarifikasi Gaji dan Cuti Alasan Penting’ yang terdiri dari 7 poin.

    Di dalamnya disebutkan, terdapat tujuh cuti yang diatur oleh Peraturan BKN Nomor 24 tahun 2017 tentang Tata Cara Pemberian Cuti PNS, yaitu: Cuti Tahunan, Cuti Besar, Cuti Sakit, Cuti Melahirkan, Cuti karena Alasan Penting (CAP), Cuti Bersama, dan Cuti di luar Tanggungan Negara.

    Pengaturan pemberian CAP bagi PNS laki-laki yang mendampingi istri melahirkan/operasi caesar merupakan ketentuan baru yang sebelumnya tidak diatur dalam peraturan perundangan.

    CAP dapat diberikan kepada PNS laki-laki yang istrinya melahirkan/operasi caesar dengan melampirkan surat keterangan rawat inap dari Unit Pelayanan Kesehatan.

    Pemberian CAP sebagaimana disebut butir di atas diberikan oleh ‘Pejabat yang Berwenang Memberikan Cuti’ kepada PNS laki-laki untuk mendampingi istri selama dirawat di rumah sakit dengan surat keterangan rawat inap dari Unit Pelayanan Kesehatan.

    Tanggapan PNS

    Menanggapi kemungkinan bisa menemani istri saat melahirkan ini, Aria Jaka Dwiputra, PNS Pusat Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN RI mengatakan dirinya pernah meminta ijin dua hari saat istrinya melahirkan. Lebih dari itu, ia harus ajukan cuti.

    “Yang paling utama adalah mendampingi istri dalam melahirkan, karena saat itu terjadi taruhannya adalah nyawa istri dan anak. Pasca melahirkan istri-anak sangat perlu didampingi,” ujar Aria, Rabu (14/3).

    “Normal 7 hari, karena cuti penting untuk mendukung kinerja PNS. Idealnya disesuaikan dengan proses,” ujar Aria menambahkan.

    Menurut dia, lama masa cuti mesti disesuaikan dengan proses kelahiran normal. Jika Caesar, minimal 10 hari.

    “Sebelum ada peraturan tersebut, kami PNS sudah dapat dipastikan akan ambil cuti tahunan untuk mendampingi istri melahirkan,” ujarnya.

    Lihat juga: Pemprov Jateng Potong Gaji PNS Bolos Kerja

    Sementara, dihubungi terpisah, Sarno, PNS di institusi pendidikan wilayah kabupaten Wonogiri mengatakan dirinya tidak tahu akan adanya aturan cuti yang baru keluar, karena belum ada sosialisasi terkait hal tersebut. Perihal cuti melahirkan, ia menilai batasan cuti tergantung kebijakan pemerintah.

    “Kami memandang dari sisi implementasi, artinya ketika itu dibuat semakin lama, ya akan semakin berbahaya, dibuat sebentar tetap ada dampak. Selama ini yang berjalan peraturan ya hanya untuk ibu,” ujarnya.

    “Kalau mendampingi kasusitik, proses wajar bahkan memang normal, pendampingan kalau sudah ada perawat dokter, mengapa harus mendampingi atau harus meninggalkan tugas, kan bisa diatur sedemikian rupa. Kecuali ada kasus harus operasi bahaya menurut dokter itu baru izin, ada hak izin,” ujarnya menambahkan.

    (cnn/cnn)



    Komentar Pembaca: