Ini Prosedur Keselamatan Ketika Pesawat Mendarat Darurat

    Kamis, 22 Maret 2018 - 10:29 Editor : Redaksi Dibaca : 1644 Views

    Menit.co.id Sebagai upaya memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya keselamatan bagi pengguna moda transportasi udara, Kementerian Perhubungan terus melakukan sosialisasi pentingnya keselamatan penerbangan dengan semboyan “SELAMANYA” yang berarti Selamat, Aman, dan Nyaman.

    Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso menyampaikan, kampanye ini diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama perjalanan menggunakan pesawat udara.

    Agus menyampaikan, dalam kampanye keselamatan SELAMANYA, juga diberikan berbagai instruksi tata cara bagaimana menghadapi kondisi darurat selama berada di udara.

    Kemenhub juga terus mengkomunikasikan langkah-langkah konkrit menyebarkan kampanya SELAMANYA perbaikan regulasi, peningkatan sarana, prasarana SDM dan lingkungan yang mendukung keselamatan bertransportasi.

    Agus menambahkan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara juga terus memastikan pemenuhan terhadap seluruh regulasi keselamatan dan keamanan penerbangan oleh para operator.

    Juga, melakukan pengawasan proses tersebut secara rutin dan berkesinambungan, memperbaiki peralatan navigasi penerbangan serta mendorong peningkatan dukungan infrastruktur bandar udara agar memenuhi standar keselamatan dan keamanan penerbangan.

    “Berbagai upaya peningkatan kinerja keselamatan dan keamanan penerbangan bertujuan untuk memperbaiki mutu pelayanan transportasi udara kepada masyarakat,” tegas Agus.

    Peningkatan kinerja keselamatan yang diusung Direktorat Jenderal Perhubungan menorehkan capaian positif. Dari hasil On Site Visit ICAO Coordinated Validation Mission (ICVM) Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), skor keselamatan penerbangan Indonesia  mencapai 81,15 persen. Terbaik Nomor 2 di ASEAN. Hanya kalah dari Singapura yang menduduki peringkat pertama.

    Bahkan dengan perbaikan yang dicapai tersebut, Indonesia mengungguli negara-negara besar di dunia seperti Rusia, India, Portugal dan Qatar yang presentase keselamatan penerbangannya masih di bawah 80 persen. Angka 81,15 persen tersebut jauh di atas rata-rata efektivitas implementasi negara-negara lain di dunia yang 62 persen.

    Tetap Tenang dan Tidak Panik
    Tidak ada yang menginginkan kendala saat penerbangan. Namun kadang ada hal di luar kontrol yang bisa terjadi saat penerbangan. Salah satu hal yang bisa saja terjadi adalah pendaratan darurat saat  terjadi gangguan serius dalam penerbangan.

    Keputusan pilot mendaratkan pesawat secara darurat, biasanya terjadi karena sejumlah hal. Misal terjadi cuaca buruk. Kabut tebal, baik karena cuaca mendung atau kabut asap. Maka umumnya, penerbangan dengan cuaca buruk akan ditunda hingga waktu yang ditentukan.

    Pendaratan darurat, bisa juga terjadi karena ada bagian pesawat gagal beroperasi. Umumnya, secara fisik pesawat akan dicek berulang kali sebelum melakukan tugasnya membawa penumpang ke berbagai belahan dunia. Namun, bagian-bagian pesawat yang gagal beroperasi bukan tak mungkin terjadi. Entah itu mesinnya, sayapnya, atau bagian-bagian lain yang tidak banyak diketahui orang awam.

    Bisa juga pendaratan darurat dilakukan karena terjadi kebakaran atau bahan bakar menipis. Dalam menghadapi konsisi seperti itu, penumpang harus bersikap tenang. Juga, tidak meninggalkan kursi atau tempat duduk. Selalu ikuti instruksi dari kapten pesawat yang diteruskan ke awak kabin.

    Ketika mendengar pengumuman bahwa pesawat akan melakukan pendaratan darurat, segera tegakkan sandaran kursi, buka penutup jendela dan pastikan sabuk keselamatan telah terpasang dengan benar dan kuat, kemudian perhatikan dan ikuti perintah dari awak kabin.

    Sesaat sebelum mendarat, awak kabin akan beri aba-aba  “BRACE FOR IMPACT!” dan diminta untuk merunduk. Dengarkan dan ikuti instruksinya. Untuk meminimalkan bahaya benturan selama mendarat darurat, sambil menunduk, dua tangan dalam posisi melindungi kepala. Untuk penumpang di belakang, sambil menunduk, senderkan kepala ke kursi bagian depan dengan tangan melindungi kepala. Atau bisa juga, berpegangan pada kursi.

    Bagi yang membawa anakanak, jika berbeda kursi, segera bertukar dengan penumpang lain. Peluk dan usahakan orang tua selalu dekat dengan sang anak. Ini akan sangat membantu psikologi anak, dengan tujuan mengurangi rasa takut dan agar mereka tetap tenang.

    Bila membawa anak balita, dekaplah di bagian dada mereka dan lindungi kepala anak tersebut dengan tangan anda. Tak kalah penting, selalu berdoa karena semua ditangan yang maha kuasa. Berdoa sesuai kepercayaan agar semuanya berlalu dan baik-baik saja.

    Jadilah penumpang yang patuh terhadap instruksi yang diberikan. Jika pilot mengatakan untuk tidak meninggalkan kursi, maka jangan tinggalkan kursi. Duduk dengan tenang, memposisikan diri kita pada posisi yang nyaman.  Ingat, saat pertama kali mengalami pendaratan darurat pesawat, jangan panik!

    Yuk, patuhi dan ikuti kampanye SELAMANYA.



    Komentar Pembaca: