Kabupaten Sidoarjo Bakal Punya Situs Purbakala Baru

    Senin, 19 Maret 2018 - 21:28 Editor : Redaksi Dibaca : 142 Views

    Menit.co.id Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, siap membuka situs purbakala di Desa Kedung Bocok sebagai destinasi wisata baru setelah mendapatkan izin dari instansi terkait lainnya.

    “Asalkan sudah mendapatkan izin dari Balai Pelestarian Cagar Budaya seperti halnya situs sejarah lainnya di Sidoarjo, yakni Candi Pari dan Candi Pamotan,” kata Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Djoko Supriyadi, di Sidoarjo, seperti yang dilansir dari Antara pada Senin (19/3).

    Djoko lanjut mengatakan sejak ditemukan pada awal Februari kemarin, hingga saat ini sejumlah penelitian masih terus dilakukan di sana.

    “Sambil menunggu penelitian di sana usai dan pihak berwenang memberi izin, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo saat ini tengah berkonsentrasi untuk melakukan pembangunan destinasi wisata di kawasan Sidoarjo bagian Selatan,” ucap Djoko.

    Di lokasi tersebut, kata Djoko, terdapat beberapa tujuan wisata yang berpotensi dikembangkan seperti Lumpur Sidoarjo, Wisata Belanja Tanggulangin Sidoarjo dan Hutan Bakau Tlocor.

    “Tlocor merupakan wisata khusus peminat saja, yang pasti wisata tersebut dikhususkan bagi mereka yang berminat untuk menggali informasi lebih jauh tentang bakau, karena lokasinya memang berada di muara Sungai Porong,” kata Djoko.

    “Kami optimistis jika dikembangkan dengan baik, objek wisata ini akan banyak meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di Sidoarjo yang selama ini masih belum tergarap secara maksimal,” pungkas Djoko.

    Seorang warga Desa Kedung Bocok menemukan situs purbakala yang diduga peninggalan Kerajaan Majapahit itu saat sedang menggali tanah untuk menanam ketela.

    Saat mengayunkan cangkul ke tanah, ia merasa cangkulnya mengenai benda keras, yang kemudian diketahui merupakan batu bata bersusunan rapi.

    Kepala Seksi Perlindungan, Pengembangan, dan Pemanfaatan Cagar Budaya BPCB Jawa Timur, Widodo, mengatakan kalau penelitian yang dilakukan untuk merunutkan masa kehidupan yang terjadi di situs purbakala tersebut.

    “Penelitian butuh waktu tersendiri, karena setiap 10 sentimeter harus dilakukan pencatatan lengkap,” kata Widodo, seperti yang dilansir dari Antara.

    (zik/ant)



    Komentar Pembaca: