Kepulauan Mentawai Dilirik Jadi Kawasan Ekonomi Khusus

    Rabu, 7 Februari 2018 - 20:03 Editor : Redaksi Dibaca : 1322 Views

    Menit.co.id – Kepulauan Mentawai di Sumatera Barat telah lama dibicarakan oleh turis dunia, terutama oleh yang menggemari olahraga surfing (berselancar).

    Ombaknya dikenal sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Dalam daftar yang dibuat oleh CNN Internasional, ombak di Kepulauan Mentawai masuk 10 Besar, bersama Hawai, California, dan Meksiko.

    Surfer (peselancar) profesional setiap tahunnya datang ke sana. Sampai di Bandara Internasional Minangkabau di Padang, mereka harus melanjutkan perjalanan dengan perahu.

    Walau merepotkan, namun beberapa yang sudah pernah ke sana mengaku ingin kembali. Baru pada tahun ini, Kementerian Pariwisata melirik potensi Kepulauan Mentawai.

    Menteri Pariwisata Arief Yahya menilai kepulauan ini paling potensial untuk dijadikan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Sumatera Barat, karena telah memiliki hamparan lahan yang memenuhi syarat. Berdasarkan data, lahan yang tersedia di sana mencapai 2.600 hektare dan telah dibebaskan.

    “Data ini akan kami cek kembali, apakah benar tersedia dan sudah bebas. Jika terverifikasi, maka KEK lebih mudah diwujudkan di Kepulauan Mentawai, karena kawasan ini sudah punya modal berupa wisata alam,” kata Arief dalam acara Hari Pers Nasional (HPN) 2018 di Padang, seperti yang dilansir dari Antara.

    Sumatera Barat sebelumnya mengusulkan Kawasan Wisata Bahari Mandeh di Kabupaten Pesisir Selatan menjadi KEK, namun belum sempat terealisasi.

    Kawasan yang dijuluki ‘Raja Ampat Sumatera’ itu terkendala pembebasan lahan yang dibutuhkan untuk KEK, minimal 400 hektare.

    Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit mengatakan dari 18 persyaratan untuk pengajuan KEK, hanya tinggal persyaratan Analisis Masalah Dampak Lingkungan (Amdal) yang harus dipenuhi Kepulauan Mentawai.

    Arief menambahkan, kepopuleran Kepulauan Mentawai bakal menyamai Pantai Kuta di Bali dan Pantai Plengkung di Banyuwangi.

    Pembentukan KEK, dikatakan Arief, juga memicu kawasan lain untuk bersiap diri.

    “Contohnya di Bangka Belitung. Setelah Tanjung Kelayang ditetapkan jadi KEK, dua destinasi lain juga tertarik dan telah diusulkan menjadi KEK yaitu Tanjung Gunung dan Sungai Liat,” ujar Arief.

    “Sumatera Barat punya destinasi wisata yang lengkap, sayang kalau hanya satu KEK. Minimal dua KEK. Tetapi perlu komitmen untuk melaksanakannya,” pungkasnya.

    (ant/ant)



    Komentar Pembaca: