Menelusuri Ragam Motif Batik saat Lebaran Betawi

    Minggu, 30 Juli 2017 - 17:58 Editor : Redaksi Dibaca : 138 Views

    Menit.co.id – Lebaran Betawi yang berlangsung di Setu Babakan, Jakarta Selatan membuat warga Betawi semakin dekat akan budayanya sendiri sekaligus membuat orang-orang semakin sadar akan kekayaan budaya yang dimiliki Jakarta.

    Salah satu kekayaan budaya terekam sejarah dalam medium busana yang menjadi kebutuhan sehari-hari. Warisan budaya Betawi dari segi mode pun sebenarnya sangat beragam.

    Busana Khas
    Bagi pria, gaya memakai rantai bandul gading, jam saku hingga memakai kopiah dan sarung sangat kental seperti yang terlihat dalam serial lawas Si Doel.

    Sedangkan untuk wanita, ada juga kebaya encim hingga peniti tiga susun yang disematkan dalam busana sebagai salah satu ciri khas identitas, seperti yang diungkapkan desainer mode, Ichwan Toha yang notabene orang Betawi asli asal Tanah Abang.

    Batik Betawi
    Bagi orang awam yang lebih memilih simbolisasi Betawi dalam Batik, pakar mode dan pengajar tekstil, Sonny Muchlison menambahkan bahwa sebenarnya batik Betawi adalah hasil asimilasi dari banyak budaya.

    Batavia yang dilalui oleh banyak suku dan bangsa sebagai pusat bisnis tempo dulu, memiliki pengaruh Belanda, China, Jawa, Arab hingga Portugis.

    Saat itu, batik tidak diproduksi langsung di Jakarta, namun dikirim oleh produsen dari berbagai pelosok, seperti Lasam, Cirebon, Pekalongan hingga Indramayu.

    Lima Wilayah
    Menurut Sonny, motif batik Betawi haruslah memiliki elemen yang mencirikan kearifan lokal Betawi yang sudah dilindungi. “Jika menemukan motif Monas, itu sebenarnya kurang tepat, karena monas mewakili nasional, bukan Betawi,” ungkap Sonny.

    Yang paling populer menurutnya adalah motif bunga dan dedaunan. Sebut saja bunga tapak dara, bunga kerak nasi, flamboyan, hingga daun sirih.

    Adapula motif satwa seperti penyu dengan moncong terbuka dan burung bondol. Sedangkan variasi yang lebih modern terjadi dengan menambahkan elemen budaya seperti lenong hingga ondel-ondel.

    Motif tradisional lainnya juga datang dari makanan khas seperti kue kembang goyang hingga warna-warni putu mayang. Untuk urusan besar-kecil motif dan pilihan warna, tidak ada yang spesifik, karena semua disesuaikan dengan selera pembeli.

    Harga
    Batik Betawi selalu didatangkan dari luar DKI Jakarta, baik yang cap maupun tulis, menurut Sonny. Untuk cap harganya lebih terjangkau, sedangkan untuk batik tulis karena pengerjaannya lebih rumit biasanya harga akan lebih tinggi, sesuai kerumitan desain.

    “Ada yang dimulai dari Rp350 ribu hingga ke atas,” ujarnya. Bagi yang ingin mengetahui lebih dalam varian batik khususnya Batik Betawi, bisa mendatangi Dekranasda yang berada di Jalan KH. Mas Mansyur, Jakarta Pusat.

    (cnn/cnn)



    Komentar Pembaca: