Pengaruh Andalusia dalam Tradisi Kajian Matematika

    Jumat, 20 April 2018 - 15:26 Editor : Redaksi Dibaca : 114 Views

    Menit.co.id Pemerintahan Spanyol Islam memiliki pengaruh dalam perkembangan tradisi keilmuan di Maghrib. Ini berawal dari kedekatan hubungan antara kedua wilayah tersebut, terutama dalam hubungan perdagangan. Kedua wilayah itu dijadikan sebagai pusat perdagangan.

    Bahkan, pada abad ke-9 hingga ke-11, baik Spanyol maupun Maghrib sama-sama melakukan pembangunan secara besar-besaran, termasuk dalam memajukan kehidupan ilmu pengetahuan. Bahkan, hingga abad ke-12, sejumlah pakar matematika Maghrib banyak yang menimba ilmu di Spanyol.

    Ada beberapa nama pakar matematika pada abad tersebut, yaitu al-Hassar, Ibn al-Yasmin, Ibn Mun’im, dan al-Qurashi. Mereka memiliki pengaruh besar melalui karya-karya yang mereka tulis.

    Pada abad itu, tradisi matematika dari Spanyol juga memiliki pengaruh kian besar dibandingkan masa-masa sebelumnya. Pengaruh itu menyebar melalui sejumlah kota yang ada di Maghrib. Misalnya, Sebta, Fez, Marrakech, Bougie di Maghrib bagian tengah, dan Tunis.

    Hal itu terjadi melalui sejumlah tulisan yang masuk ke Maghrib, di mana banyak terdapat terjemahan dari berbagai ilmuwan, interaksi dengan para cendekiawan Spanyol, ataupun melalui para cendekiawan Maghrib yang belajar di Spanyol.

    Untungnya, saat itu pemerintahan yang berkuasa, yaitu Dinasti Almohad, memiliki kepedulian yang besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Hampir semua khalifah memberi sokongan penuh terhadap tradisi keilmuan dan para ilmuwan di sana.

    Intinya, mereka menjadi patron para cendekiawan di berbagai bidang, termasuk para pakar matematika. Mereka benar-benar sepenuhnya melindungi para teolog, penulis, penyair, dan para sarjana. Tak heran jika kemudian tradisi ini membuat kajian matematika pada abad selanjutnya terus berkembang.

    Sumber: Republika



    Komentar Pembaca: