Batal Deklarasi #2019GantiPresiden, Neno Warisman Dikawal Polisi dan TNI Tiba di Pekanbaru

    Minggu, 26 Agustus 2018 - 10:01 Editor : Redaksi Dibaca : 77 Views

    Menit.co.id Meski dilarang kepolisian untuk menggelar aksi deklarasi #2019GantiPresiden, namun Neno Warisman tetap nekat datang ke Pekanbaru, Sabtu (25/8).

    Neno Warisman tiba di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru bersama rombongannya, sekitar pukul 15.15 Wib. Tampak sejumlah polisi dan TNI di pintu kedatangan mendekati Neno.

    Seperti Kapolresta Pekanbaru Kombes Susanto, Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto dan perwira dari Pangkalan TNI AU Kolonel Jajang.

    Polisi dan TNI berkomunikasi dengan Neno yang mengenakan jilbab biru dan menggunakan masker di pintu kedatangan. “Ibu, belok kanan bu,” ujar Kombes Susanto saat jalan berdampingan dengan Neno.

    Namun, Neno dan rombongannya hanya diam tak menghiraukan ajakan kepolisian. Neno tetap berjalan cepat menuju ke jalan dan mobil yang sudah standby.

    Polisi dan TNI juga mengimbau kerumunan masyarakat dan wartawan yang memfoto Neno dengan kamera handphone. “Tidak ada apa-apa di sini,” ujar seorang polisi mengimbau warga dan sejumlah wartawan.

    Sebelum masuk ke mobil, Neno Warisman sempat diajak berdialog oleh polisi dan TNI, namun dia tetap diam.

    Setelah beberapa detik dikerumuni, Neno Warisman digiring rombongannya untuk masuk ke mobil BMW berwarna putih.

    Setelah masuk bersama beberapa orang, sopir BMW tersebut melaju kencang meninggalkan polisi.

    Seorang wanita berjilbab Pink yang turut menemani Neno tinggal di parkiran. Saat dikonfirmasi merdeka.com, wanita itu hanya diam dan menghubungi seseorang melalui selulernya.

    “Nanti ya, nanti,” ujar wanita tersebut. Di luar Bandara, puluhan masyarakat menggelar aksi unjuk rasa dengan pengamanan kepolisian dan TNI AU.

    Neno berencana menggelar deklarasi #2019ganti presiden di Pekanbaru Minggu (26/8) pagi di jalan Diponegoro. Namun, rencana itu mendapat penolakan dari sejumlah mahasiswa, pemuda dan organisasi masyarakat.

    Bahkan Kapolda Riau Brigjen Widodo Eko Prihastopo melarang Neno untuk menjalankan kegiatan deklarasi tersebut. Bahkan Widodo mengimbau agar deklarasi dibatalkan.

    “Saya tegaskan batalkan deklarasi itu, tidak ada manfaatnya justru malah banyak mudaratnya,” ujar Widodo, di Mako Brimob Polda Riau, Jumat (24/8).

    Jika massa Neno Warisman tetap nekat, polisi telah melakukan antisipasi saat acara digelar Minggu (26/8) tersebut.

    Namun, Brigjen Widodo enggan mengungkapkan tindakan tegas seperti apa yang akan dilakukan kepada massa yang ngotot deklarasi.

    “Akan kita antisipasi gelaran deklarasi #2018gantipresiden yang rencana akan di gelar di Patung Pahlawan Diponegoro Kota Pekanbaru,” katanya.

    Widodo akan lakukan strategi penanganan dan berkoordinasi dengan pihak terkait.

    “Nanti akan kita atur strategi yang saya rasa tidak perlu diungkapkan saat ini,” jelas Widodo.

    (mdk/mdk)



    Komentar Pembaca: