Buntut Kasus Neno Warisman, Massa #2019GantiPresiden Minta Kapolda Riau Dicopot

    Senin, 27 Agustus 2018 - 12:40 Editor : Redaksi Dibaca : 50 Views

    Menit.co.id Ribuan massa berunjuk rasa di depan Mesjid Agung An Nur memadati jalan Hangtuah Kota Pekanbaru Riau. Usai salat Zuhur, massa mendeklarasikan #2019GantiPresiden, Minggu (26/8) kemarin.

    Unjuk rasa deklarasi ini sedikit berbeda dengan daerah lain, selain meneriakkan #2019GantiPresiden, massa di Pekanbaru juga menyuarakan meminta agar Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengganti Kapolda Riau Brigjen Widodo Eko Prihastopo.

    “Ganti, ganti, ganti Kapolda. Ganti Kapolda Riau sekarang juga,” ujar Rico, salah seorang massa menerikkan yel yel di depan puluhan polisi.

    Alasan Kapolda Riau untuk diganti, karena massa menilai Brigjen Widodo tidak netral dalam menjaga keamanan saat unjuk rasa di Bandara Pekanbaru, Sabtu (25/8) kemaren.

    Massa menilai polisi di Pekanbaru mendukung aksi penolakan kedatangan Neno Warisman sang penggagas deklarasi di Pekanbaru.

    “Kami hanya deklarasi, bukan untuk yang lain lain. Kedatangan bunda Neno juga mengapa dipulangkan. Sementara massa yang kontra dan melemparkan batu ke arah mobil bunda Neno tidak ditahan,” ketuas Romi, massa lainnya.

    Lantunan sholawat Nabi Muhammad berulang kali diucapkan massa yang tertahan di depan pintu masuk dan keluar mesjid Agung An-Nur. Massa ingin bergerak jalan kaki dari Mesjid terbesar di Riau itu menuju ke Tugu Pahlawan.

    Namun rencana massa terhambat hadangan petugas gabungan Polda dan Polresta Pekanbaru. Beberapa kali massa didesak petugas keamanan agar tidak bergerak melakukan long march ke Tugu Pahlawan, namun tetap saja diadang polisi.

    Para polisi wanita juga ikut mengamankan aksi lantaran sebagian massa adalah wanita. Sementara itu di bagian belakang, berbaris anggota polisi dari kesatuan Sabhara.

    Karena massa yang terus mendesak petugas agar membuka blokade. Massa merasa kecewa dan mencoba terus maju. Namun, petugas keamanan menambah barisan pengamanan.

    Polisi terus mendesak massa agar kembali masuk ke mesjid Agung Annur. Melihat aksi mereka diadang polisi, massa marah dan meneriaki polisi digaji dengan uang rakyat.

    Kalian digaji masyarakat, kami ini masyarakat. Kami ingin menyampaikan pendapat, ujar seorang pria di barisan depan pengunjuk rasa.

    Massa juga menilai polisi pilih kasih dalam melaksanakan tugas pengamanan. Sebab, rencana kegiatan deklarasi yang akan dibawa Neno gagal. Aksi deklarasi massa juga diadang polisi.

    Kalian pilih kasih, ada orang lain buat acara, tapi tidak kalian bubarkan. Mana demokrasi di negeri ini, kata seorang warga bernama Irwan.

    Hingga saat ini, massa terus berusaha berjalan meski diadang personel kepolisian, massa meneriakkan #2019GantiPresiden. Secara bergantian, massa juga menyuarakan ganti Kapolda Riau.

    (mdk/mdk)



    Komentar Pembaca: