Jurus Novel Baswedan Berantas Korupsi di Indonesia

    Kamis, 17 Agustus 2017 - 16:43 Editor : Redaksi Dibaca : 129 Views

    Menit.co.id – Penyidik KPK Novel Baswedan mengungkapkan kiat-kiat untuk tetap bersemangan dalam mengupayakan pemberantasan korupsi di Indonesia.

    “Saya ingin menularkan semangat kepada kawan-kawan pejuang lainnya, tidak ada masalah, jangan takut sama mafia, jangan takut sama orang-orang siapapun,” kata Novel.

    “Baik dia menggunakan senjata, menggunakan apapun jangan takut, karena apa? Dia juga manusia, tidak tidak bisa berbuat apa-apa, dia lemah,” ujar Novel kepada Antara di Singapura.

    Novel Baswedan disiram air keras oleh dua orang pengendara motor di dekat rumahnya pada 11 April 2017 seusai sholat subuh di masjid Al-Ihsan dekat rumahnya.

    Mata Novel pun mengalami kerusakan sehingga ia harus menjalani perawatan di Singapore National Eye Centre (SNEC) sejak 12 April 2017.

    Hari ini Novel rencananya akan melakukan operasi besar di mata kirinya. Operasi yang disebut operasi artifisial itu rencananya juga membutuhkan pemulihan selama 2 bulan ke depan dan dilanjutkan operasi lain untuk memasang lapisan artifisial di mata kirinya sehingga total 3 bulan selanjutnya Novel harus fokus pada pengobatannya.

    “Bagi saya, ancaman terberat adalah ketika saya berbuat buruk, ketika saya berbuat buruk dan Allah mentakdirkan keburukan untuk saya, maka celakalah saya,” tambah Novel.

    Meski pemberantasan korupsi di Indonesia masih menyisakan banyak pekerjaan rumah, namun Novel yakin bahwa Tuhan dapat menolong orang-orang yang berusaha memberantas korupsi itu.

    Korupsi di indonesia sedemikian parahnya, tapi janganlah takut, segala sesuatu yang terjadi itu karena kehendak Allah dan kehendak Allah itu pasti baik,” jelasnya.

    “Manusia yang banyak kelemahannyalah yang tidak paham bahwa kehendak itu baik. Ketika itu terjadi maka saya bisa berkeyakinan bahwa saya mengambil jalan terbaik untuk diri saya dengan begitu saya akan kuat,” katanya.

    Ia menegaskan bahwa pandangan yang menilai bahwa orang-orang yang punya banyak uang dan kekuasaan besar dapat berbuat apapun di Indonesia.

    (ant/ant)



    Komentar Pembaca: