Kemenangan Praperadilan Setya Novanto Simbol Matinya Keadilan

    Jumat, 29 September 2017 - 22:55 Editor : Redaksi Dibaca : 316 Views

    Menit.co.id Tokoh muda Partai Golkar Ahmad Dolly Kurnia menilai hakim sidang praperadilan Setya Novanto layak dianggap sebagai simbol matinya keadilan di Indonesia.

    Ketua Generasi Muda Partai Golkar (GMPG), Ahmad Dolly Kurnia mengecam keputusan Hakim Cepi Iskandar yang memenangkan gugatan praperadilan Setya Novanto.

    Dia menilai kemenangan Novanto, yang diputuskan pada hari ini, tersebut merupakan simbol matinya hukum di Indonesia.

    “Hakim Cepi Iskandar bisa kita nobatkan sebagai simbol matinya hukum dan keadilan di Indonesia,” kata Dolly sebagaimana dilansir Tirto pada Jumat (29/9/2017).

    Putusan Hakim Cepi Iskandar, pada sore hari ini, membatalkan penetapan Novanto sebagai tersangka korupsi e-KTP oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    Karena itu, menurut Dolly, kemenangan Novanto di sidang praperadilan itu merupakan bencana bagi penegakan korupsi di Indonesia. Putusan Hakim Cepi itu, menurut dia, juga memperlihatkan hukum di Indonesia masih tersandera kepentingan politik.

    “Bayangkan, sebuah putusan praperadilan sudah bisa ditentukan dan diketahui sebelum putusan dilakukan di dalam ruang sidang. Sidang-sidang di praperadilan itu berarti cuma sandiwara saja,” kata Dolly.

    Pernyataan Dolly itu merujuk pada tiga fakta selama sidang praperadilan Novanto berjalan. Pertama, diabaikannya dua permohonan intervensi.

    Kedua, pengambilan putusan menolak eksepsi KPK yang didahului dengan konsultasi ke Ketua PN. Ketiga, ditolaknya permohonan KPK untuk memperdengarkan bukti rekaman di persidangan.

    Selain itu, kata Dolly, ada dugaan telah terjadi pertemuan khusus antara Novanto dan Ketua Mahkamah Agung di Surabaya pada 22 Juli 2017. Meski tuduhan itu telah dibantah kedua belah pihak.

    Dolly mengatakan, “Dengan dimenangkannya praperadilan Novanto hari ini, berarti informasi-informasi dan dugaan di atas bukanlah isapan jempol. Berjalannya skenario konspirasi politik dan ekonomi memang terjadi adanya.”

    Hari ini Hakim PN Jaksel Cepi Iskandar resmi memenangkan gugatan praperadilan Setya Novanto. Ia menilai penetapan tersangka Novanto tidak sah.

    “Menyatakan penetapan tersangka Setya Novanto yang dibuat berdasarkan surat nomor ‪310/23/07/2017‬ tanggal 18 Juli dinyatakan tidak sah,” kata Hakim Cepi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, (29/9/2017).

    Menurut Hakim Cepi, “Penetapan yang dilakukan oleh termohon untuk menetapkan pemohon sebagai tersangka tidak didasarkan pada prosedur dan tata cara ketentuang perundang-undangan nomor 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.”

    Partai Golkar Senang Setya Novanto Menang Praperadilan

    Partai Golkar senang dengan keputusan PN Jakarta Selatan yang memenangkan gugatan praperadilan Ketua Umum Golkar Setya Novanto. Rasa senang ini disampaikan Wasekjen Golkar Ratu Dian Hatifah dan Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Mahyudin.

    “Kami bersyukur bahwa bukti-bukti yang dibawa Pak Novanto memperkuat haknya untuk bebas dari sangkaan KPK,” kata Hatifah kepada Tirto, Jumat (29/9/2017).

    Hatifah mengkritik tindakan KPK dalam menetapkan status tersangka pada Novanto dengan tidak sesuai SOP dan peraturan perundangan seperti halnya disampaikan Hakim Cepi Iskandar dalam putusannya.

    “Perlu kode etik yang dipahami. Standar operasional prosedur (SOP) harus jelas. Kami sepakat berantas korupsi, tapi dengan cara menaati hukum,” pungkas Ratu.

    Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Mahyudin pun mengungkapkan hal serupa.

    “Alhamdulillah. Patut kami syukuri, gugatan Ketua Umum Golkar dikabulkan setelah hampir 3 bulan status tersangka dituduhkan KPK”, kata Mahyudin dalam keterangan pers yang diterima Tirto, Jumat (29/9).

    Dirinya berharap semua pihak menerima keputusan ini dengan legowo dan menghentikan hujatan pada Novanto sebagai koruptor, termasuk kepada kader Golkar.

    Selain itu, menurutnya, kader Golkar juga harus semakin solid dalam gerakan menyongsong Pilkada 2018 dan Pilpres 2019.

    “Setelah sembuh, Setya Novanto akan pimpin konsolidasi seluruh DPP, DPD I dan DPD II menghadapi pilkada 2018. Mudah-mudahan target 60% kemenangan bisa tercapai,” kata Mahyudin.

    (zik/zik)



    Komentar Pembaca: