Kenapa CPNS Bawa Jimat saat Tes Dilarang?

    Kamis, 28 September 2017 - 16:14 Editor : Redaksi Dibaca : 482 Views

    Menit.co.id – Sejumlah peserta tes CPNS gelombang pertama ketahuan membawa benda-benda yang diduga sebagai jimat, saat hendak mengikuti tes kompetensi dasar (TKD) secara computer assisted test (CAT) untuk instansi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

    Badan Kepegawaian Negara (BKN) pun akhirnya menyita barang-barang tersebut dari tangan peserta. Mereka dilarang membawa barang-barang aneh tersebut. Kenapa demikian?

    Kepala Biro Hubungan Masyarakat BKN, Mohammad Ridwan, menjelaskan, dalam pelaksanaan ujian CPNS para peserta memang dilarang untuk membawa barang-barang selain yang berhubungan dengan kegiatan tes. Adapun, barang-barang yang diperbolehkan hanya KTP dan kartu peserta ujian.

    “Pokoknya yang tidak ada hubungannya dengan tes itu tidak kita perbolehkan masuk ke ruangan tes. Jadi kita sudah sediakan loker penyimpanan, sebelum masuk ruangan tes barang yang tidak dibutuhkan harus dilepas semua,” kata Ridwan kepada detikFinance, Jakarta, Kamis (28/9/2017).

    Dirinya mengatakan, petugas akan melakukan pemeriksaan terhadap peserta sebelum masuk ke ruangan ujian. Selain itu, peserta juga harus melalui mesin metal detector yang ada. Hal itu dilakukan untuk mencegah potensi kecurangan-kecurangan yang bisa terjadi saat ujian berlangsung.

    “Jadi yang dibawa masuk ruangan itu hanya KTP dan kartu peserta tes. Barang-barang sisanya akan disimpan di loker, nanti bisa diambil lagi setelah ujian,” tukasnya.

    Bawa Jimat Agar LuLus Tes CPNS

    Pendaftaran seleksi CPNS gelombang pertama telah melewati tahap tes kompetensi dasar (TKD) secara computer assisted test (CAT) atau tes kompetensi menggunakan komputer. Sepanjang pelaksanaan, tes ini ternyata menyimpan banyak cerita unik.

    Salah satunya adalah peserta ujian yang membawa jimat. Hal itu terungkap dari akun twitter Badan Kepegawaian Negara (BKN). Dalam postingan tanggal 26 September lalu, BKN mengunggah sejumlah foto jimat yang berhasil disita dari tangan para peserta ujian.

    Bentuknya pun beragam, mulai dari yang berupa benda kecil mirip batu yang dibungkus uang kertas Rp 10 ribu. Kemudian peniti yang ditusuk di benda kecil menyerupai buah, cincin, hingga kain putih yang mirip kain kafan.

    Dengan jimat tersebut, tentu peserta berharap agar bisa diloloskan dalam seleksi tes tersebut. Mereka percaya benda-benda tersebut bisa membantu mereka untuk lolos tes.

    Bersama foto-foto tersebut, disertakan tulisan agar para peserta percaya pada kemampuan dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Es, ketimbang percaya pada jimat.

    “#SobatBKN Pelamar D3/SMA @cpnskumham2017 jgn percaya dg jimat. Percaya hanya pd Allah SWT, Tuhan YME dan yakin pada kemampuan sendiri. Sukses..” tulis akun twitter BKN yang dikutip detikFinance, Kamis (28/9/2017).

    Dari data Panselnas Seleksi CPNS 2017, hanya 23.008 SKD (13,55%) SKD Kementerian Hukum dan HAM dari jalur umum yang lolos passing grade. Sedangkan peserta SKD Mahkamah Agung yang lolos passing grade sebanyak 2.545 (14%) dari 19.278 peserta seleksi.

    (dtc/dtc)



    Komentar Pembaca: