Pahami Kekecewaan SBY, TKN Dorong Polisi Usut Perusakan Atribut Demokrat

    Senin, 17 Desember 2018 - 15:47 Editor : Redaksi Dibaca : 81 Views

    Menit.co.id Tim Koalisi Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf Amin mendukung kepolisian mengusut kasus dugaan perusakan atribut Partai Demokrat di Pekanbaru, Riau.

    Juru Bicara TKN, Lena Maryana Mukti mengatakan dukungan ini sebagai salah satu bentuk empati atas apa yang dirasakan Ketua Umum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono.

    Lena mengatakan, apa yang terjadi atas atribut Demokrat itu tentu melukai SBY, termasuk juga segenap unsur di Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

    “Kami pun bila dalam posisi seperti itu tentunya juga akan merasakan kecewa, sedih dan mungkin ada sedikit amarah juga karena diperlakukan seperti itu,” ujarnya di Rumah Cemara, Jakarta, Senin (17/12).

    Lena mendorong polisi mengusut tuntas, lantaran perusakan APK juga tidak dibenarkan oleh undang-undang. “Kami TKN mendukung upaya yang dilakukan oleh polisi,” ujar Lena.

    Terkait dengan tudingan keterlibatan PDIP dan TKN, Lena mengaku tidak sepakat. Lena mengklaim pihaknya selalu mengingatkan seluruh relawan untuk melakukan kampanye yang sifatnya mengedukasi pemilih.

    Bahkan, ia menyebut Jokowi dalam berbagai kesempatan selalu mengatakan kontestasi pemilu harus diwarnai dengan pertarungan rekam jejak, prestasi, dan keberpihakan kepada masyarakat. “Jadi TKN tetap dalam koridor yang sudah digariskan oleh Pak Presiden Jokowi dan Kiai Maruf Amin,” ujar Lena.

    Sebelumnya, sejumlah baliho, bendera, dan bendera Partai Demokrat yang terpasang di sejumlah ruas jalan di Riau dirusak orang tak dikenal.

    Hasil penyelidikan Demokrat menyebut pelaku pengerusakan dibayar Rp150 ribu. Demokrat pun telah melaporkan kasus pengerusakan APK tersebut ke Kepolisian.

    Kepolisian Daerah Riau membenarkan motif uang dalam dugaan perusakan tersebut. Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau Inspektur Jenderal Widodo Eko Prihastopo mengatakan terduga pelaku perusakan bendera dan baliho Partai Demokrat di Pekanbaru, Riau dijanjikan dengan uang sebesar Rp150 ribu oleh seseorang.

    Namun, menurut dia, uang tersebut belum diterima oleh terduga pelaku yang berjumlah tiga orang tersebut. “Motif pelaku karena dijanjikan dibayar Rp150 ribu, tidak ada motif lain,” kata Widodo saat memberikan keterangan pers di Pekanbaru, Senin.

    Dia meyakini TKN masih melakukan penyelidikan terhadap pihak yang menyuruh tiga pelaku merusak atribut Partai Demokrat hingga saat ini. “Masih dalam penyelidikan, jadi dijanjikan kamu lakukan ini saya bayar Rp150 ribu,” katanya.

    (cnn/cnn)



    Komentar Pembaca: