Pemerintah Anggarkan Biaya Pendidikan Rp 444 Triliun 2018

    Minggu, 7 Januari 2018 - 13:28 Editor : Redaksi Dibaca : 252 Views

    Menit.co.id – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati Jumat lalu memberikan orasi ilmiah dalam Dies Natalis ke 55 Universitas Brawijaya Malang.

    Dalam orasinya, Sri Mulyani membicarakan tentang pembangunan sumber daya manusia (SDM) untuk pemerataan kesejahteraan.

    “Pembangunan sumber daya manusia adalah kunci bagi penguatan momentum dan pemerataan kesejahteraan. Sejak tahun 2009, sesuai amanat konstitusi, Pemerintah mengalokasikan 20 persen dari belanja APBN untuk pendidikan,” kata Sri Mulyani dikutip dari akun instagramnya, @smindrawati, Sabtu, (6/1/2018).

    Sri Mulyani menjelaskan, pemerintah terus meningkatkan anggaran untuk belanja pendidikan. Pada 2009 belanja pendidikan hanya Rp 208 triliun dan menjadi Rp 444,1 triliun pada 2018.

    Selain investasi SDM adalah peningkatan kesehatan untuk masyarakat. Sejak 2015, pemerintah mengalokasikan anggaran kesehatan hingga 5% dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

    Dana ini untuk membiayai program Indonesia Sehat atau jaminan kesehatan nasional, program keluarga berencana (KB), sertifikasi obat dan makanan, imunisasi, pencegahan stunting dan lain-lain.

    Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini juga menyampaikan, tantangan ke depan adalah kemampuan yang dimiliki oleh SDM Indonesia. “SDM Indonesia harus memiliki kompetensi hard skill dan soft skill yang memadai. Peranan universitas sangat krusial,” ujarnya.

    Menurut dia, hard skill SDM bisa diwujudkan dengan cara membentuk sistem pendidikan yang mampu mencetak SDM siap masuk pasar tenaga kerja yang semakin fleksibel.

    Ini juga termasuk kebutuhan tenaga kerja di masa mendatang. Kemudian untuk soft skill bisa dibangun dengan pembentukan karakter, integritas, komunikasi, serta kemampuan untuk bekerja sama atau bersinergi dari umat manusia.

    “Soft skill SDM Indonesia sangat diperlukan terutama karena negara ini masih menghadapi tantangan berat dalam hal pemberantasan korupsi. Indonesia menempati peringkat 90 dari 176 negara yang dinilai,” imbuh dia.

    Sri Mulyani mengharapkan, Universitas Brawijaya turut menjaga agar integritas SDM yang dididiknya dapat membantu Indonesia menjadi negara yang lebih bersih. Ini adalah hal yang tidak bisa ditunda-tunda karena korupsi menurunkan martabat kita sebagai bangsa.

    Kepada para civitas academica Universitas Brawijaya, Sri Mulyani mengajak agar lembaga ini terus mengawal dan membantu menciptakan cita-cita kesejahteraan masyarakat sesuai cita-cita kemerdekaan yaitu mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur dan berkesinambungan, melalui fungsi pendidikan.

    (dtc/dtc)



    Komentar Pembaca: