Polisi Temukan Alat Kelamin Buatan Saat Geledah Rumah Pengantin Pasangan Sejenis

    Jumat, 29 September 2017 - 22:33 Editor : Redaksi Dibaca : 372 Views

    Menit.co.id – Pasangan sejenis Rahmat Yani R (28), lelaki yang sebenarnya bernama Rahmayani dengan SNH (19) menikah secara sirri.

    Pernikahan digelar di lingkungan Ere Lebu Barat, Kelurahan Eka Tiro, Kecamatan Bonto Tiro, Bulukumba, Sulawesi Selatan, Minggu (17/9).

    Ibunda SNH, Syamsidar (37) mengaku awalnya keluarga tak tahu bahwa Rahmayani adalah seorang perempuan pada umumnya. Selama ini, keluarga Syamsidar tidak menaruh curiga dengan Rahmayani.

    “Kami tidak tahu sama sekali kalau dia (Rahmat Yani) itu perempuan. Kami kaget luar biasa setelah tahu. Menikah sesama perempuan itu dosa besar,” kata Syamsidar dikutip dari merdeka.com, Senin (29/9).

    Pernikahan pasangan sejenis ini terungkap saat perkawinan keduanya tidak tercatat di kantor KUA. Hal ini lantaran keluarga Rahmayani tidak merestuinya. Sehingga keduanya nekat menikah secara diam-diam.

    Rahmayani menikah bermodalkan KTP yang diterbitkan di Kota Makassar menggunakan nama Rahmat Yani. Jenis kelaminnya di KTP itu tertulis laki-laki.

    Syamsidar melanjutkan, Senin (18/9) Kepala Lingkungan Ere Lebu Barat Andi Zaenal Abidin datang ke rumah mencari Rahmat. Menantunya itu ditanya asalnya dari mana dan dijawab dari Kecamatan Herlang, Bulukumba.

    “Karena ini nikah siri namanya, tidak tercatat di kantor KUA maka kami datang ke sini mau bantu. Siapa tahu di belakang hari muncul masalah. Misalnya kalau nanti ada anak, tidak bisa dibuatkan akte kelahirannya,” kata Syamsidar.

    Rahmat juga tidak bersedia mempertemukan keluarga SNH dengan kedua orang tua yang tinggal di luar Desa Ere Lebu Barat.

    “Saya juga saat itu menolak dipertemukan oleh keluarga Rahmat Yani karena masih sakit hati pernikahan anak saya tidak direstui. Yang saya tahu dari Rahmat kalau dia itu yatim piatu,” katanya.

    “Jadi saya bilang ke kepala lingkungan tunda dulu. Saya tidak tahu saat datang bertamu Magrib itu, apakah kepala lingkungan sudah curiga dengan Rahmat Yani atau belum,” timpalnya.

    “Tiba-tiba tengah malam sekira jam 2 dini hari (Selasa) tiba-tiba bapak lingkungan dan polisi datang menggeledah. Kaget sekali saat diberitahu kalau Rahmat itu perempuan. Saat penggeledahan itu ditemukan alat kelamin laki-laki buatan,” tutur Syamsidar.

    Selain itu untuk memastikan bahwa Rahmat adalah sebenarnya lelaki, alat kelamin Rahmat juga diperiksa oleh Opi, anggota keluarga Rahmat.

    “Sebagai sesama laki-laki, saya sudah ajak Rahmat Yani untuk menunjukkan (alat kelaminnya) dan benar dia adalah sebenarnya perempuan,” tutur ibu SNH menirukan omongan Opi.

    Dari situ Syamsidar yakin kalau menantunya itu seorang perempuan. Malam itu juga, dia memisahkan anaknya dengan Rahmat Yani. Karena keluarga mulai banyak yang tahu dan marah, juga adanya ketakutan SNH putrinya bakal bunuh diri karena kasus itu, keluarga pun minta pengamanan dari Kepolisian.

    Kasus ini kemudian kian merebak setelah ada warga yang men-share foto pernikahan keduanya di media sosial.

    “Saat ini kasus tersebut ditangani penyidik Polsek Bonto Bahari karena terakhir posisi kedua mempelai saat digeledah tu di Kecamatan Bonto Bahari, berkoordinasi dengan penyidik unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bulukumba. Informasi terakhir mengenai posisi Rahmat Yani itu, sementara berada di Kabupaten Bone, daerah tempatnya kerja,” kata Iptu Deki Marizaldi, Kepala Satuan Reskrim Polres Bulukumba saat dikonfirmasi.

    (mdk/mdk)



    Komentar Pembaca: