Presiden Joko Widodo Terima Alquran Rajutan China dari Pengusaha Konghucu

    Rabu, 11 Juli 2018 - 20:55 Editor : Redaksi Dibaca : 611 Views

    Menit.co.id Presiden Joko Widodo mendapatkan hadiah Alquran rajutan terbesar di dunia. Kitab suci itu dirajut selama tiga tahun di Provinsi Otonomi Khusus Muslim di China, Ninxia.

    Penyerahan Alquran rajutan itu didampingi mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin. Ia menuturkan, pembiayaan untuk membuat Alquran bersumber dari seorang pengusaha kaya asal Malaysia, bernama Tan Sri Lee Kim Yew.

    Kim bukanlah seorang muslim. Melainkan seorang penganut Konghucu. Tetapi menurut Din, yang sudah berteman baik dengan Kim, keputusan mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk kitab suci umat Islam murni keinginan pribadi Kim.

    “Sahabat saya Kim, seorang warga keturunan Tionghoa, pengusaha dan penganut Konghucu yang baik dan sudah menjadi warga negara Malaysia yang secara diam-diam tiga tahun lalu menyuruh dengan membayar mahal sekelompok perempuan Muslimah di Ninxia,” kata Din, di Istana Negara, Jakarta, Rabu 11 Juli 2018.

    Din bercerita, awalnya Kim ini ingin menyerahkan Alquran rajutan yang ia biayai itu ke Raja Arab Saudi, Salman Bin Abdulaziz. Namun setelah bertemu di Kuala Lumpur, Din membujuk Kim agar menyerahkan ke Indonesia saja.

    Bujukan Din itu ternyata direspons positif oleh Kim. Akhirnya Kim menyerahkan ke Indonesia melalui Presiden Jokowi hari ini. Alasan Din, lantaran Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

    “Jadi ini akan dihadiahkan pada waktunya nanti kepada umat Islam melalui Presiden Jokowi. Beliau memilih Presiden RI untuk menerima Alquran ini, beliau sampaikan kepada saya, dengan maksud dan niat tulus,” jelas Din.

    Alquran dengan panjang satu gulungan 17 meter. Ada 30 juz yang ditulis, sehingga total semua panjang Alquran rajutan itu mencapai 450 meter. Disimpan di dua peti. Menurut Din, apa yang dilakukan oleh Kim, bukan seorang muslim, adalah sebagai contoh dalam membangun dialog peradaban.

    “Ini sekaligus menjadi dialog peradaban. Ternyata di Ninxia, RRT, banyak profesor muslim yang bisa menulis Alquran. Yang dipilih ini Mushaf dari Pakistan,” katanya.

    Sumber: Viva



    Komentar Pembaca: