Ratusan Pelajar di Mojokerto Salat Gaib Doakan Warga Muslim Rohingnya

    Selasa, 5 September 2017 - 12:38 Editor : Redaksi Dibaca : 467 Views

    Menit.co.id – Kekerasan terhadap etnis Rohingya melahirkan keprihatinan masyarakat Indonesia. Tak hanya kaum dewasa tapi juga di kalangan pelajar. Seperti di Mojokerto, Jawa Timur.

    Ratusan siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Huda, Kota Mojokerto, Selasa (5/9) pagi, menggelar salat gaib dan doa bersama untuk korban serta para pengungsi Rohingya.

    Ada sekitar 700 siswa-siswi dan para guru menggelar salat gaib di jalanan sekolah MI Nurul Huda, jalan raya Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Jawa Timur.

    Mereka menggelar doa bersama agar tragedi kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya di Myanmar segera berakhir. Doa juga dilantunkan agar pengungsi Rohingya diberi kesabaran dan kuat menghadapi cobaan yang terjadi.

    Kepala Sekolah MI Nurul Huda, Misbakhul Umam mengatakan, doa bersama sebagai bentuk keprihatinan atas konflik Rohingya di Myanmar. Sebab banyak korban jiwa tidak hanya umat Islam orang orang dewasa, tapi juga anak anak yang tidak bersalah.

    “Kami menggelar salat bersama, salat gaib untuk para leluhur MI Nurul Huda dan para korban warga etnis Rohingya di Myanmar. Sebab konflik Rohingya yang memakan banyak korban jiwa, membuat kami turut prihatin,” kata Misbakhul Umam, Selasa (5/9).

    Salat gaib dan doa bersama ini juga sebagai bagian dari aksi mendesak pihak-pihak terkait segera menyelesaikan konflik Rohingya yang terjadi di Myanmar. Jangan sampai korban jiwa bertambah banyak lagi. Karena banyak anak anak yang tidak bersalah juga turut menjadi korban.

    “Kami juga mendesak pihak pihak yang terkait, supaya segera turun tangan dan menyelesaikan konflik ini. Jangan sampai korban umat muslim bertambah banyak lagi,” tutur Misbakhul Umam.

    Pihak sekolah juga siap menggalang bantuan jika memang diperlukan dan ada lembaga resmi penyalur bantuan terkait konflik Rohingya di Myanmar.

    “Kami juga siap menggalang bantuan jika memang diperlukan untuk para korban Rohinya dan ada lembaga resmi penyalur bantuan terkait konflik Rohingya di Myanmar,” ucapnya.

    Ratusan siswa siswi MI Nurul Huda tampak antusias dan khusyuk melaksanakan salat gaib. Para siswa juga mengaku turut prihatin atas kekejaman terhadap warga Rohinya di Myanmar.

    “Kami tadi melaksanakan salat duha dan salat gaib. Salat gaib untuk para korban konflik Rohingya di Myanmar. Kami mendoakan para umat muslim korban konflik Rohingya di Myanmar,” kata Riri, salah satu siswi MI Nurul Huda.

    (mdk/mdk)



    Komentar Pembaca: