Warga Perumahan TNI AU Usir Pengelolo Situs Nikahsirri.com

    Minggu, 24 September 2017 - 09:07 Editor : Redaksi Dibaca : 183 Views

    Menit.co.id – Pengurus Rukun Warga (RW) 10, Perumahan TNI Angkatan Udara Angkasa Puri, Kelurahan Jatikramat, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, meminta pengelola situs lelang perawan nikahsirri.com hengkang dari lingkungannya.

    Warga tidak sudi lingkungan tempat tinggal mereka dinodai dengan keberadaan pengelola situs lelang perawan.

    “Dia harus mengubah alamat kantornya, jangan di lingkungan kami. Warga minta dia pindah ke lingkungan lain saja,” kata Ketua RW10 Perumahan TNI AU Angkasa Puri Jatiasih, Catur Nur Setiadi (53) di Bekasi, seperti dilansir Antara, Sabtu (23/9).

    Permintaan itu dilatarbelakangi keresahan warganya atas aktivitas pengelolaan akun yang telah menuai kecaman dari Kementerian Sosial. Bahkan situs itu kini sudah diblokir pemerintah.

    Situs tersebut menawarkan jasa pernikahan siri kepada masyarakat bahkan secara terang-terangan menyebut lelang keperawanan perempuan yang ingin dinikahi secara siri oleh kaum pria.

    Dia telah melayangkan surat resmi atas pengelola situs itu yakni Aris Wahyudi (49) yang kini mengontrak rumah di Jalan Manggis Blok A 91 RT01 RW10 Perumahan TNI AU Angkasa Puri Jatiasih, hengkang.

    “Kami tetap tidak setuju adanya aktivitas tersebut di lingkungan kami,” katanya.

    Aris telah tinggal di rumah tersebut sejak Juni 2017 setelah mengontrak rumah milik Ari yang kini berperan sebagai admin situs.

    Aris hanya akan diberi izin tinggal di perumahan itu bila profesinya sebagai fasilitator nikah siri lelang keperawanan berganti dengan usaha yang tidak kontroversial.

    “Ada juga permintaan warga agar alamat situsnya dihapus atau diblokir, karena stigma yang terbangun dari nama situs tersebut tidak baik untuk masyarakat,” katanya.

    Menyikapi permintaan itu, Aris Wahyudi mengaku telah berniat menyewa rumah toko (ruko) di kawasan niaga Grand Galaxy, Kecamatan Bekasi Selatan.

    “Bahkan saya juga akan mengubah nama situs ini menjadi ‘Menikah Pertama’ karena nama yang sekarang memang agar kasar,” katanya.

    Hingga kini pihaknya masih dalam proses negosiasi harga sewa ruko yang kini berkisar Rp 75 juta hingga Rp 100 juta per unit.

    Dia juga mengaku telah menghapus alamat rumah kontrakan di Perum TNI AU Angkasa Puri Jatiasih akibat banyaknya tentangan dari warga sekitar. “Alamat kantor admin kami di Angkasa Puri sudah tidak ada di situs tersebut,” katanya.

    (mdk/mdk)



    Komentar Pembaca: