Petinggi Yamaha Minta Dorna Hukum Marc Marquez

    Minggu, 15 April 2018 - 21:56 Editor : Redaksi Dibaca : 732 Views

    Menit.co.id Drama insiden MotoGP Argentina 2018 masih jadi pusat perhatian hingga jelang balapan MotoGP Austin 2018. Karenanya, Valentino Rossi dan Marc Marquez akan jadi pembalap yang paling disorot saat balapan nanti.

    Marquez memang banyak membuat kesalahan pada balapan MotoGP Argentina di Termas de Rio Hondo, Minggu (8/4/2018). Namun, dibanding blunder yang lain, ada satu kesalahan yang terus jadi bahan pembicaraan.

    Kesalahan itu adalah senggolan Marquez, pembalap Repsol Honda, kepada Rossi, rider Movistar Yamaha. Senggolan itu terjadi saat balapan memasuki lap ke-20 dan Rossi tengah berada di urutan ketujuh. Akibat senggolan Marquez, Rossi sempat terjatuh dan hanya bisa finis di urutan ke-19.

    Padahal, jika mampu mempertahankan urutan ketujuh pada MotoGP Argentina, setidaknya The Doctor akan meraih poin yang sangat berharga untuk kejuaraan. Tak heran jika Rossi begitu kesal kepada Marquez, bahkan ia tak mau lagi balapan di dekatnya.

    Marquez sendiri sudah mendapat ganjaran atas berbagai ulahnya pada MotoGP Argentina. Ia sempat harus start dari pit lane hingga kehilangan posisi pertama. Lalu, ia juga kena penalti 30 detik hingga terpaksa finis di urutan ke-18. Namun, manajer Yamaha, Massimo Meregalli menyebut sanksi itu tidak cukup.

    “Race Director harus melakukan pekerjaan yang tepat. Alih-alih terlalu lembek untuk membuat keputusan dan konsenkuensinya adalah Marquez selalu bersikap seolah-olah ia hanya sendirian di lintasan,” ujar Meregalli, dikutip Insella.

    Tak Punya Rasa Hormat

    Meregalli bukan orang pertama yang mendesak agar The Baby Alien mendapat hukuman tambahan. Rossi sendiri juga meminta Dorna dan FIM mengevaluasi insiden di Argentina. Karenanya, akan ada pertemuan yang dilakukan dengan para pembalap jelang MotoGP Austin 2018, Minggu (22/4/2018).

    Bahkan, Dorna juga tak akan menghadirkan Marquez dan Rossi pada jumpa pers jelang balapan. Mereka ingin menghindari kian memasnya situasi jika keduanya saling melemparkan komentar pedas sebelum balapan.

    “Tak ada yang mempertanyakan kemampuan tekniknya, tapi ia tak punya rasa hormat dengan siapa pun. Sampai keputusan dibuat, itu tak akan pernah berubah. Hal yang membingungkan saya momen baik dan buruk yang telah kami lewati pada 2015 tetap tak berubah. Marquez tetap buruk,” cetus Meregalli.

    Sumber: Liputan6



    Komentar Pembaca: