Yamaha Sebut Penilaian Valentino Rossi Lebih Penting ketimbang Vinales

    Jumat, 9 Februari 2018 - 19:46 Editor : Redaksi Dibaca : 272 Views

    Menit.co.id  – Selama berada di Yamaha sejak 2004, Valentino Rossi sudah berganti-ganti partner. Mulai dari Carlos Checa, Colin Edwards, Jorge Lorenzo, sampai sekarang Maverick Vinales pernah (dan sedang) menjadi rekan satu tim pebalap Italia itu.

    Selama itu pula, tempat Rossi sebagai ‘pebalap utama’ tak pernah tersisihkan. Lorenzo boleh saja memberikan tiga gelar juara dunia untuk Yamaha, tetapi statusnya tak pernah lebih spesial daripada Rossi.

    Lorenzo tahu betul bagaimana sepanjang kariernya di Yamaha, dia berada dalam bayang-bayang The Doctor. Pebalap asal Spanyol itu paham bahwa Rossi kerap diperlakukan istimewa dan ‘dilindungi’ meski mendapat hasil yang kurang memuaskan.

    Rossi adalah Rossi; legenda MotoGP, legenda Yamaha, ikon MotoGP, ikon Yamaha– dan itulah yang membuat Lorenzo pada akhirnya maklum. Kendati dia juga merasa tidak mudah menghadapi situasi seperti itu saat keduanya sama-sama berusaha untuk menjadi yang terbaik.

    Kini, Vinales merasakan apa yang dirasa dan dialami oleh Lorenzo. Setidaknya, hal itu bisa disimpulkan dari pernyataan Manajer Yamaha, Massimo Meregalli, yang menyebut bahwa saat ini penilaian Rossi soal teknis lebih dipertimbangkan Yamaha ketimbang penilaian Vinales.

    “Penilaian Valentino [Rossi] lebih penting daripada yang dilakukan Maverick [Vinales] dan ini wajar. Rossi berusia 38 tahun dan Vinales 23 tahun. Maverick harus belajar dari situ dan mengambil keuntungannya,” kata Meregalli seperti dilansir Autosport.

    “Memang benar bahwa setiap pebalap memiliki gaya membalap yang berbeda dan membutuhkan beberapa kompon tertentu, tapi motor kami hanya bisa dikendarai dengan satu cara dan jika dasarnya bagus, kedua pebalap akan bahagia,” tambah dia.

    Penilaian itu sendiri merujuk dari penilaian kedua pebalap menyoal komposisi motor anyar yang akan digunakan pada musim 2018. Kedua pebalap sudah menguji motor itu pada tes pramusim di Sirkuit Sepang, Malaysia, akhir Januari lalu.

    Rossi yang lebih konsisten pada tes itu menyebut agak sedikit khawatir dengan performa motor baru meski dia menilai itu sudah lebih baik dibanding musim lalu. Sementara itu, Vinales yang tak konsisten sepanjang tes, menilai ada banyak hal yang perlu diperbaiki dari performa motor anyar itu.

    Nah, dengan situasi seperti saat ini, tampaknya Vinales harus puas jika komposisi pada motornya harus mengikuti penilaian dan keinginan The Doctor. Situasi yang tak mengenakkan bagi Vinales, tapi, ya, mau bagaimana lagi?

    Dia berada di tim yang sama dengan Rossi dan satu-satunya cara untuk membuatnya bisa semakin dipercaya Yamaha adalah meraih prestasi, meraih gelar juara dunia seperti yang dilakukan Lorenzo. Ya, walau itu juga mungkin bakal belum cukup untuk menggeser takhta sang senior, sih.



    Komentar Pembaca: