Penyebab Konsumen Bimbang Beli Mobil Listrik

    Kamis, 6 Desember 2018 - 09:29 Editor : Redaksi Dibaca : 47 Views

    Menit.co.id Peralihan dari kendaraan dengan mesin pembakaran internal menuju ke berbasis listrik di dalam negeri masih menemui beberapa kendala. Ini yang kemudian dalam pengembangannya tak berjalan lancar, sehingga pasarnya sulit terbentuk.

    Eniya Listiani Dewi, Deputi BPPT Bidang Teknologi Informasi Energi dan Material (TIEM), salah satunya adalah durasi waktu pengisian baterai mobil listrik yang sampai butuh waktu 4-5 jam. Sehingga kebanyakan orang masih berpikir dua kali untuk pindah ke mobil listrik.

    Ini yang kemudian membuat BPPT memutuskan menyediakan stasiun pengisian fast charging, sebagai upaya sosialisasi kepada masyarakat untuk mulai mempertimbangkan menggunakan mobil listrik.

    “Pilot Project fast charging station BPPT sampai penuh hanya dengan waktu 30 menit. Diharapkan dengan adanya fasilitas yang pertama kali di Indonesia ini, mampu mendorong masyarakat untuk beralih dari mobil biasa ke mobil listrik,” kata Eniya, Rabu (5/12).

    Selain itu, harga jual yang masih terlalu mahal dibanding dengan mobil konvensional, juga jadi batu sandungan buat pengembangan kendaraan listrik di dalam negeri. Jadi butuh peran pemerintah untuk menyiapkan kebijakan, supaya harga bisa ditekan.

    BPPT, lanjut Eniya, juga mendorong agar regulasi kendaraan listrik juga mengatur soal perpajakan dan insentif. Formulasi inilah yang diharapkan mampu membuat industri di dalam negeri berkembang.

    “Buat mendukung itu kami juga ingin ada perbaikan di Perpres. Jadi masalah perpajakan untuk produksi dalam negeri ada insentif. Nah itu sudah termaktub di dalam Perpres, dan akan memudahkan industri dalam negeri mengembangkannya,” kata Eniya.

    (Kumparan)



    Komentar Pembaca: