Sedan Kuasai Otomotif Dunia, Indonesia Didominasi MPV

    Rabu, 23 Agustus 2017 - 11:40 Editor : Redaksi Dibaca : 182 Views

    Menit.co.id – Pasar otomotif Indonesia masih didominasi oleh mobil jenis multi-purpose vehicle (MPV). Berbeda dengan pasar otomotif dunia yang didominasi sedan.

    Ini menjadi tantangan tersendiri bagi industri otomotif Indonesia. Sebabnya, Indonesia tidak bisa bersaing di pasar ekspor sedan karena tidak memiliki banyak basis produksi sedan.

    “Kita melihat market dunia dipimpin oleh segmen sedan. Sedangkan di Indonesia market sedan itu belum tumbuh. Itu sebabnya bahwa yang namanya ekspor kita belum bisa menyaingi Thailand, kita harus bekerja keras untuk menumbuhkan industri sedan di Indonesia,” kata Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi saat ditemui di Tangerang belum lama ini.

    “Karena sedan menurut survei di dunia setiap negara terbesarnya adalah sedan, baru kemudian SUV dan MPV dan segala macam. Jadi MPV itu masih di bawah sebenarnya. Tapi di Indonesia terbalik, karena peraturan kita masih berpihak kepada MPV,” katanya lagi.

    Pemerintah, kata Nangoi, saat ini sedang menggodok aturan supaya segmen sedan tumbuh di Indonesia. Dengan pasar sedan yang bertumbuh di Indonesia, principal berkesempatan mengucurkan investasi untuk memproduksi sedan di Indonesia. Setelah itu baru Indonesia bisa mengekspor sedan ke berbegai negara.

    “Sedan saat ini masih menggunakan aturan lama yang dianggap bahwa yang namanya sedan itu dipergunakan oleh orang kaya makanya PPnBM (pajak penjualan atas barang mewah)-nya mahal. Kalau kendaraan seperti MPV biasanya orang nggak kaya, jadi PPnBM-nya rendah. Itu kembali ke tahun ’70-’80-an sebenarnya yang dari awal sudah salah kaprah, nggak relevan karena sekarang sudah berbeda. Itu sebabnya di Indonesia sedannya menghilang. Ini harus diubah supaya kita tumbuh, karena kalau tidak, kita tidak bisa ekspor,” kata Nangoi.

    Diharapkan, aturan soal penurunan PPnBM sedan yang sedang disiapkan pemerintah bisa menghidupkan kembali segmen sedan di Indonesia. Jangan sampai, Indonesia hanya jadi pasar impor untuk mobil sedan.

    “Zaman dulu tahun ’70-’80-an itu sedan ada Corolla, Civic, itu hilan semua. Sekarang memang masih ada, tapi diimpor. Nanti kalau suatu saaat selera market berubah, mereka lebih suka sedan celaka kita, karena kita tidak punya pabrik sedan. Semuanya kan impor dan jangan lupa dengan kebijaksanaan free-trade itu bea masuknya bisa nol persen. Dan lama-lama Indonesia bisa jadi tamu di negaranya sendiri,” ucap Nangoi.

    (dtc/dtc)



    Komentar Pembaca: