Soal Mobil Listrik, Pelaku Industri Otomotif Tunggu Regulasi dan Kebijakan

    Selasa, 16 Januari 2018 - 12:37 Editor : Redaksi Dibaca : 202 Views

    Menit.co.id – Mobil listrik, yang katanya bakal diproduksi di dalam negeri, ternyata baru sebatas angan-angan. Gak usah bicara infrastruktur, aturan yang menyangkut kebijakan dan lain sebagainya saja belum jelas. Itulah yang sampai saat ini masih ditunggu para pelaku industri otomotif di Indonesia.

    Namun, sebelum menuju mobil listrik, ada baiknya masyarakat tertutama para pemakai mobil konvensional diedukasi terlebih dahulu. Misalnya, dengan memperkenalkan mobil hybrid, yang sebetulnya sudah dilakukan beberapa agen pemegang merek. Tapi, faktanya, mobil itu gak laku dijual.

    Dari hasil perbincangan dapurpacu.com dengan beberapa pelaku industri otomotif soal mobil listrik, rata-rata memiliki pendapat yang sama. Saat ini yang dibutuhkan persiapan infrastruktur dan sarana pendukung – disiapkan pemerintah – sebelum mobil listrik diproduksi dalam skala besar dan secara nasional.

    Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor, Amelia Tjandra, menyebut perlu kebijakan yang jelas dari pemerintah sebelum wacana mobil listrik itu benar-benar diimplementasikan di pasar otomotif nasional.

    “Secara kemampuan pelaku industri otomotif di Indonesia mampu memproduksi mobil listrik. Tapi sekarang ini yang dibutuhkan adalah kejelasan kebijakan dari pemerintah, juga bagaimana dengan insentifnya sehingga harga jual tak terlalu mahal,” kata Amel di Padang, Sumatera Barat, akhir pekan lalu.

    Amel mencontohkan apa yang telah dilakukan pemerintah Dubai, yang membangun sejumlah stasiun pengisian baterai mobil listrik untuk umum.

    “Itu salah satu bentuk dukungan pemerintah terhadap mobil listrik, yakni dengan membangun charging station. Belum lagi soal insentif perpajakan, ini juga harus ikut diperhatikan jika Indonesia ingin memproduksi mobil listrik secara massal,” imbuhnya.

    Ia berpendapat bahwa untuk saat ini tahapan paling ideal bagi industri otomotif nasional sebelum menuju mobil listrik adalah memproduksi mobil hybrid atau plug-in hybrid.

    “Yang dibutuhkan sekarang adalah edukasi bagi konsumen mengenai mobil ramah lingkungan. Mobil hybrid yang mengadopsi mesin konvensional dan baterai listrik itu memiliki tingkat efisiensi dan kadar emisi yang lebih baik dibandingkan dengan mobil biasa. Dengan pemahaman itu, secara bertahap konsumen diperkenalkan dengan mobil berteknologi listrik penuh,” ucapnya.

    Jadi, menurut Amel, pemerintah mulai saat ini sudah harus menyiapkan road map mobil listrik seperti apa, dan yang tak boleh diabaikan adalah kesiapan infrastrukturnya.

    “Karena kalau infrastruktur tak siap, nanti konsumen juga yang akan direpotkan bila ingin melakukan pengisian baterai,” urainya dikutip dari dapurpacu.com.

    Saat ditanya mengenai kesiapan Daihatsu untuk memproduksi mobil listrik, Amel enggan menjelaskan lebih rinci, karena yang ia butuhkan adalah regulasi dan kebijakan pemerintah sebelum industri otomotif nasional masuk ke segmen ini.

    (zik/zik)



    Komentar Pembaca: