BNNP Riau Tangkap Tiga Tersangka 1,1 Kilogram Sabu dari Aceh

    Senin, 12 Februari 2018 - 12:16 Editor : Redaksi Dibaca : 194 Views

    Menit.co.id – Tiga pengedar narkoba jenis sabusabu dengan barang bukti total seberat 1,1 kilogram berhasil diamankan petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau.

    Kepala Bidan Pemberantasan dan Penindakan BNNP Riau, AKBP Haldun mengatakan, tigas tersangka ditangkap petugas di tempat dan waktu yang berbeda dengan metode pengembangan kasus.

    Dijelaskan, adapun tiga tersangka itu inisialnya BP, Ib, dan Ad. Saat diinterogasi, mereka mengaku dapat sabu itu dari Aceh, tapi pengakuan itu masih dalam pengembangan.

    “Mereka mengaku dapat barang dari Aceh, tapi masih kita dalami benar atau tidak. Kami tidak langsung percaya begitu saja oleh pengakuan mereka,” jelasnya, Minggu (11/2) malam.

    Haldun menjelaskan, penangkapan ini merupakan hasil pengembangan yang mereka lakukan dan masih ada target operasi lainnya. Awalnya, petugas menangkap tersangka BP di rumahnya, daerah Marpoyan Kota Pekanbaru.

    “Hasil penggeledahan, petugas menemukan narkoba jenis sabu seberat dua ons atau 200 gram. BP merupakan Target Operasi (TO) kita dan sudah lama ditelusuri gerak-geriknya,” jelasnya.

    Setelah menangkap BP, tim BNN kembali menangkap Ib di sebuah warung depan SPBU Jalan HR Soebrantas, Kota Pekanbaru. Tersangka Ib berperan sebagai pemasok narkoba.

    “Tersangka Ib kita bawa ke rumahnya dan begitu digeledah, Petugas BNNP Riau menemukan 10 kantong plastik berisikan sembilan ons sabu,” kata Haldun kepada wartawan.

    Jadi menurut Haldun, total narkoba jenis sabu yang berhasil diamankan sebanyak 1,1 kilogram. Penangkapan pertama dua ons dan kedua sembilan ons (1.100 gram).

    Sedangkan tersangka Ad, diamankan di rumahnya. Tersangka dalam bisnis haram ini bertugas sebagai penjemput atau pengambil kiriman. Kemudian, dia menyerahkan sabu itu kepada pelaku lain untuk diedarkan kepada pemesan.

    “Saat ini ketiga tersangka kita tahan untuk kepentingan penyidikan. Petugas masih menelusuri jaringan mereka, karena ini merupakan pemasok sabu antar negara,” pungkas Haldun.

    (mdk/mdk)



    Komentar Pembaca: