Eks Bupati Nias Dituntut 8 Tahun Penjara Karena Tanam Uang Pemkab Nias di PT Riau Airlines

    Kamis, 22 Februari 2018 - 21:36 Editor : Redaksi Dibaca : 174 Views

    Menit.co.id – Mantan Bupati Nias, Binahati B Baeha, dituntut dengan hukuman 8 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 5 bulan kurungan.

    Dia dinilai bersalah melakukan tindak pidana korupsi pada penyertaan modal Pemkab Nias di PT Riau Airlines senilai Rp 6 miliar. Tuntutan disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hoplen Sinaga di Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (22/2).

    Jaksa juga meminta agar majelis hakim yang diketuai Ahmad Sayuti memerintahkan Binahati membayar uang pengganti (UP) kerugian negara sebesar Rp 6 miliar. Jika terdakwa tidak sanggup membayar UP dalam waktu sebulan sesudah putusan memperoleh kekuatan tetap, maka harta bendanya akan dilelang.

    “Jika hasil lelang tidak mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka diganti dengan pidana penjara selama 4 tahun dan 6 bulan,” kata Hoplen.

    JPU menyatakan Binahati bertindak sendiri atau bersama saksi Heru Nurhayadi selaku Direktur PT Riau Air Lines, telah melakukan perbuatan yang memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi dan merugikan keuangan negara.

    Perkara dugaan korupsi ini terjadi saat Pemkab Nias menggelontorkan Rp 6 miliar untuk penyertaan modal Pemkab Nias pada PT Riau Airlines pada 2017. Kebijakan ini bertentangan dengan peraturan yang ada.

    Penyertaan modal dari Pemkab Nias kepada pihak ketiga, dalam hal ini PT Riau Airlines, tanpa memiliki dasar hukum. Seharusnya kebijakan itu didahului dengan penerbitan Peraturan Daerah (Perda). Akibat perbuatan itu, Pemerintah Kabupaten Nias dirugikan Rp 6 miliar.

    Terdakwa Binhati dinyatakan telah melakukan perbuatan yang diatur dan diancam dengan Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1e KUHPidana.

    Seusai mendengar tuntutan JPU, majelis hakim lantas menunda sidang. Persidangan akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pembelaan terdakwa.

    Binahati bukan kali pertama menjadi terdakwa perkara dugaan korupsi. Pada tahun 2011, dia dihukum 5 tahun penjara dalam kasus korupsi penyelewengan dana penanggulangan Bencana Gempa dan Tsunami di Kabupaten Nias.

    (mdk/mdk)



    Komentar Pembaca: