Harta Bupati Kutai Kartanegara Selama Empat Tahun Melonjak Ratusan Miliar

    Selasa, 26 September 2017 - 20:45 Editor : Redaksi Dibaca : 183 Views

    Menit.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disebut telah menetapkan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rita Widyasari sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi.

    Rita diduga menerima sejumlah hadiah terkait jabatannya sebagai Bupati Kukar selama dua periode. Rita yang juga Ketua DPD Golkar Kalimantan Timur diketahui telah tiga kali melaporkan harta kekayaannya kepada KPK.

    Berdasar laman acch.kpk.go.id yang diakses, Selasa (26/9) sore, Rita melaporkan harta kekayaannya pertama kali pada 1 Februari 2010 saat menjabat sebagai Bupati Kukar periode 2010-2015.

    Laporan ini diperbarui pada 23 Juni 2011. Selanjutnya, Rita kembali melaporkan harta kekayaannya pada 29 Juni 2015 saat akan kembali maju dalam pemilihan Bupati Kukar 2016.

    Secara total, selama rentang waktu empat tahun atau dari 23 Juni 2011 hingga 29 Juni 2015, harta kekayaan Rita melonjak hingga sekitar Rp 200 miliar.

    Dalam pelaporan terakhirnya, Rita mengaku memiliki harta Rp 236.750.447.979 dan USD 138.412, sementara dalam pelaporannya pada 23 Juni 2011, Rita mengklaim memiliki harta Rp 25.850.447.979 dan USD 138.412.

    Lonjakan harta ini terutama berasal dari perkebunan kelapa sawit seluas 200 hektar senilai Rp 9,5 miliar dan pertambangan batubara seluas 2.649 hektar senilai Rp 200 miliar.

    Perkebunan dan pertambangan ini tidak tercantum dalam LHPN pada 2011. Selebihnya, tak ada perubahan signifikan dari harta yang dimiliki Rita selama rentang 2011 hingga 2015.

    Rita mengaku memiliki harta tidak bergerak berupa puluhan titik tanah dan bangunan senilai 12 miliar. Tanah dan bangunan ini tersebar di 53 lokasi yang berada di Kutai dan satu lokasi di Menteng, Jakarta Pusat berupa bangunan seluas 120 meter persegi.

    Luasan dari tanah dan bangunan yang dimiliki Rita di Kukar bervariasi mulai dari 175 meter persegi hingga yang paling luas 138.074 meter persegi.

    Sementara untuk harta bergerak, Rita mengklaim memiliki 10 unit kendaraan senilai 2,8 miliar. Kendaraan milik Rita terdiri dari empat unit motor Yamaha, satu unit mobil merk Ford Everest, satu unit mobil Toyota Crown, satu unit mobil Hyundai, satu unit mobil Mazda, satu unit mobil BMW dan satu unit mobil VW Caravelle.

    Mobil BMW dan VW Caravelle merupakan penambahan data baru dalam LHKPN pada 2015. Selain kendaraan, harta bergerak lainnya milik Rita berupa logam mulia senilai 500 juta, batu mulia senilai Rp 4,5 miliar dan harta bergerak lainnya senilai Rp 660 juta.

    Tak hanya itu, Rita juga memiliki surat berharga berupa giro dan setara kas lainnya senilai Rp 6,7 miliar dan USD 138.412. Dalam kedua LHKPN ini, Rita mengklaim tak memiliki utang-piutang.

    Diketahui, KPK telah menetapkan Rita sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan gratifikasi. Penetapan ini mencuat saat tim penindakan menggeledah sejumlah lokasi di Kutai Kartanegara, Selasa (26/9). Salah satunya kantor Bupati.

    Dikonfirmasi mengenai hal ini, Wakil Ketua KPK, Basaria Panjatian membenarkan telah menetapkan Rita sebagai tersangka.
    “Ya (Bupati Kartanegara sudah ditetapkan sebagai tersangka),” kata Basaria saat dikonfirmasi.

    Kasus yang menjerat Rita merupakan pengembangan dari proses penyelidikan yang telah dilakukan KPK beberapa waktu lalu. Bahkan, Rita pernah dimintai keterangan dalam penyelidikan kasus ini pada pertengahan Juli lalu.

    Berdasar informasi, Rita ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi. Rita disebut menerima sejumlah hadiah yang berkaitan dengan jabatannya. Tak hanya Rita, dalam kasus ini, KPK juga menetapkan Komisaris PT Media Bangun Bersama, Khairudin sebagai tersangka.

    Keduanya disangkakan melanggar Pasal 12B UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

    Sumber: Suara Pembaruan



    Komentar Pembaca: